Hidden Gem of Bali, Nusa Penida

Pantai Matahari Terbit – Nusa Penida

Pagi-pagi kami checkout dari hotel menuju Pantai Matahari Terbit, Sanur. Niatnya ingin berburu sunrise, tapi berujung salah jalan karena salah baca Google Map, kami cuma bisa menatap sunrise dari jalan raya. Sampai di Pantai Sanur, matahari benar-benar sudah terbit.

Pantai Matahari Terbit
Kami menuju tempat pembelian tiket fastboat paling awal menuju Nusa Penida, supaya bisa puas eksplore Nusa Penida dan tidak terlalu malam juga kembali ke Bali. Jam 8.30 waktu setempat kami berangkat menggunakan fastboat pertama pagi itu menuju Nusa Penida. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit untuk sampai di Pelabuhan Toya Pakeh, Nusa Penida.
Di Nusa Penida kami sudah janjian dengan guide lokal yang menyewakan motor dan jasanya selama mengeksplor Nusa Penida.
Kelingking Point dan Love Tree
 
Untuk menuju ke sana kami harus melalui jalan beraspal yang rusak selama kurang lebih satu jam. Rusaknya jalan dan badan yang capek karena terayun-ayun di atas motor langsung hilang begitu melihat tempat ini.  Cantiiiik banget….

 

Tebing batu yang menjorok ke laut dan perpaduan warna biru laut menjadikan tempat ini begitu eksotis. Kalau kalian berani dan punya energi yang prima, kalian bisa menyusuri jalan setapak sepanjang tebing untuk turun menuju pantainya di bawah sana, Untuk pegangan turun hanya terbuat dari kayu yang tidak terlalu kuat dan butuh waktu 45 menit untuk sampai ke bawah. Kalau saya sih mikir seribu kali. Hehehehe, mungkin turunnya 45 menit, tapi naik bisa berjam-jam ?
Di tempat ini juga ada pohon cinta yang begitu terkenal sebagai obyek foto wajib kalau ke sini. Yang kalau diambil dari angle yang tepat bisa dapat gambar terbaik. Sayangnya, beberapa waktu yang lalu dapat kabar kalau salah satu cabang pohonnya patah karena ada yang dengan nekat naik di cabang paling atas.

Broken Beach dan Angel’s Billabong

Jalan menuju lokasi kedua lebih parah dibanding ke Pantai Kelingking, bukan hanya aspal rusak tapi juga jalan makadam atau batu-batu. Kami bertemu dengan sepasang bule yang ban sepedanya bocor. Susah untuk menemukan tukang tambal ban, karena jalanan begitu sepi, bahkan rumah penduduk juga jarang. Terpaksa mereka mendorong sepeda sampai ke tujuan/atau berbalik arah.

Surga tersembunyi kedua setelah perjalanan yang melelahkan terlihat di depan mata, Pasih Uug atau lebih dikenal dengan Broken Beach, yang dikenal karena karangnya yang berongga.

Broken Beach

Kalo datang agak siang, kita harus antri untuk foto dengan background karangnya, karena semakin lama semakin banyak pengunjung (Penting untuk mengejar fastboat paling awal demi lebih leluasa menikmati tempat-tempat wisata di Nusa Penida). Kami bergeser menuju atas rongga, dimana tidak terlalu banyak wisatawan di sini.

Broken Beach

Atau lebih ke ujungnya, untuk menikmati birunya laut dan hembusan angin ?

 

Puas menikmati Broken Beach kami menyusuri jalan setapak yang tidak jauh dari situ. Ketika sudah mulai nampak karang-karang, kita akan segera melihat kolam alami nan cantik, Angel’s Billabong.

Angel’s Billabong

Hati-hati untuk turun ke bawah, batu-batu karangnya sangat tajam, dan lebih berhati-hati untuk berenang di lagunanya, karena jika arusnya deras bisa saja terseret ke laut. Ikuti arahan guide atau penduduk lokal demi keselamatan.

Crystal Bay

Tujuan terakhir kami adalah Crystal Bay, pantai berpasir putih nan cantik. Jika sebelumnya kita menjelajahi pantai dengan tebing-tebingnya, berada di Crystal Bay adalah sebuah relaksasi. Perpaduan pasir putih dengan deretan pohon kelapa. Pantai ini masih alami dan bersih, dengan gugusan pulau karang di kejauhan.

Crystal Bay

Kenapa nama-nama pantai di Nusa Penida kebanyakan berbahasa Inggris? Menurut guide yang menemani kami pantai-pantai ini lebih dulu dikenal oleh wisatawan asing dan belum bernama. Jadi, nama-nama yang tersemat pada pantai-pantai tersebut saat ini kebanyakan dari nama yang diberikan oleh wisatawan asing yang pernah berkunjung. Memang, sebelum menjadi sebegitu terkenal seperti sekarang, kebanyakan wisatawan asinglah yang berkunjung ke sini karena dikenal sebagi spot diving.

Crystal Bay menjadi tujuan terakhir kami sebelum kembali lagi ke dermaga untuk kembali menumpang fastboat ke Pantai Matahari Terbit, Sanur.

Sebenarnya ada banyak tempat lain di Nusa Penida yang sangat indah, seperti Pantai Atuh, Pantai Suwehan, Goa Giri Putri, yang kebanyakan berada di tenggara Nusa Penida. Tapi karena kami tidak punya cukup waktu dan tidak menginap di Nusa Penida, kami harus melewatkan tempat-tempat tersebut. Semoga ada kesempatan untuk kembali.

Cost Hari Kedua dan Ketiga di Bali
fastboat PP 75.000 x 2                                    150.000,00
sewa motor+guide 300.000/3pax                             100.000,00
makan siang+malam                                        90.000,00
hotel 560.000/2pax                                          280.000,00
pesawat DPS-SUB                                            780.000,00
1.400.000,00 

Have a good journey!

Follow me on IG @uphiet_kamilah
Follow me on FB Uphiet Kamilah

By uphiet

An accounting who love books and do traveling to know more about the world than just a page

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *