Tetap Sehat Saat Traveling

Semenyenangkannya liburan, kalau tiba-tiba sakit maag karena  menunda lapar demi bisa maksimal jalan-jalannya, tetap aja menyiksa. Akan sangat menyebalkan kalau inginnya kulineran khas suatu daerah, berujung diare atau alergi yang kumat. Jadi harus bagaimana?

Saya punya pengalaman buruk soal ini, dan saya mengambil pengalaman berharga dari kejadian itu. Di akhir tahun 2016 saya melakukan dua perjalanan dalam waktu yang berdekatan. Satu hari sebelum saya ke Tarakan, saya sedang berada di Bandung. Tidak beruntungnya saya, pesawat Bandung-Surabaya harus delay berjam-jam karena acara kenegaraan. Saya yang saat itu sudah tidak enak badan, terpaksa punya waktu istirahat yang sebentar di rumah, apalagi belum packing. Karena liburan ke Derawan sudah diimpi-impikan sejak lama, ketika tiba di sana lupa sama sakit. Kena angin laut saat naik fastboat Tarakan-Derawan, snorkeling dan basah-basahan sepanjang hari, belum lagi sempat kehujanan. Begitu tiba di penginapan langsung minum minuman kemasan dengan dosis vitamin C yang tinggi. Alhasil besoknya maag saya kumat, diperparah saya harus menahan sakit sepanjang perjalanan udara Tarakan-Balikpapan dan Balikpapan-Surabaya. Dan sejak itu, saya berusaha berpikir dulu sebelum bertindak, menimbang-nimbang dulu sebelum memilih makanan saat traveling.

Tidak ada yang lebih bisa mengukur daya tahan seseorang kecuali diri mereka sendiri. Kenali kemampuan badan kita dan pastinya jaga selalu kesehatan supaya jalan-jalan berakhir bahagia. Apa saja yang harus diperhatikan?

Jaga Pola Makan

Kalau sudah di suatu daerah, kuliner khas menjadi godaan yang sangat menggiurkan. Boleh-boleh saja mencoba makanan khas suatu daerah, tapi harus bisa mengukur kondisi tubuh sendiri.

Memastikan makanan yang akan kita konsumsi tidak mengandung bahan yang membuat alergi, memastikan perut dalam kondisi prima saat menerima makanan pedas atau asam, dan tentu saja jangan telat makan supaya maag tidak menyerang.

Dengan kita menjaga pola makan dan makanan yang masuk ke tubuh kita, perut kenyang, hati senang, jalan-jalan tenaaang.

Istirahat yang Cukup

Meskipun sudah menyusun jadwal yang padat, banyak tempat yang dingin didatangi, pastikan punya cukup waktu untuk beristirahat. Curi-curi waktu tidur saat dalam pesawat atau kendaraan, dan jangan ngobrol sampai malam menceritakan serunya perjalanan hari itu, masih ada esok hari yang juga harus dijalani dengan kondisi tubuh yang fit.

Kadangkala saking serunya perjalanan hari itu, begitu tiba di hotel waktu istirahat malah dipake ngobrol dan melihat-lihat hasil foto di kamera. Hehehe, siapa yang suka begini?

Minum Vitamin

Dengan jadwal traveling yang padat, seringkali tidak punya waktu memilih makanan yang bergizi seimbang. Sesekali bisa diimbangi dengan minum vitamin supaya tidak sakit, tapi sebisa mungkin makanan yang dikonsumsi banyak mengandung sayur dan buah.

Ini nih agak-agak susah, apalagi kalo makanan khas suatu daerah kebanyakan berbahan daging, belum lagi mengandung lemak tinggi. Kadang kala memilih praktisnya, junk food jadi pilihan yang tidak bisa ditolak.

Cuci Tangan Sebelum Makan

Ini yang sering kelupaan, padahal bawa hand sanitizer di tas. Kadang godaan makanan membuat lupa diri, dianggap tangan yang kering berarti bersih. Padahal selama bepergian entah apa saja yang disentuh oleh tangan, entah bersih atau tidak.

Usahakan cuci tangan sebelum makan, atau ketika tidak menemukan air untuk mencuci tangan, selalu gunakan hand sanitizer. Gak seru kan lagi serunya jalan-jalan mendadak perut mules karena makan tanpa cuci tangan.

Jangan Memaksakan Diri

Meskipun jadwal traveling sudah sedemikian padat dibuat, kalau ternyata kondisi tubuh sedang tidak fit, jangan memaksakan diri tetap traveling sesuai jadwal. Jangan sampai karena memaksakan diri malah berakhir buruk, jalan-jalan terganggu dan tubuh malah sakit.

Yang ini benar-benar pernah saya alami dan jadi pelajaran berharga di perjalanan saya berikutnya. Untungnya sekarang ada yang mengingatkan. Hehehe…

Selain hal-hal di atas jangan lupa selalu membawa obat-obatan sebagai amunisi darurat. Saya biasanya mengantongi obat maag, anti alergi, dan vitamin. Selain itu persiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan.

Selamat jalan-jalan!

 

@uphiet_kamilah

By uphiet

An accounting who love books and do traveling to know more about the world than just a page

7 comments

    1. Waktu itu sempat tanya2 kamu kan, tempat makan deket bandara soalnya transit beberapa jam. Ternyata aku wes gak kuat nang ndi2, geletakan di kursi bandara 🙁

  1. Betul Kak Uphiet, cuma kita yang bisa mengukur seberapa jauh lagi tubuh bisa diajak melangkah. Kalau tubuh sudah mulai angkat tangan, kita harus angkat kaki ??

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *