Belajar Berkebun di Kebun Pak Budi

/, Jawa Timur, Traveling/Belajar Berkebun di Kebun Pak Budi

Belajar Berkebun di Kebun Pak Budi

Salah satu wisata edukasi yang sedang happening di kawasan Pasuruan adalah Kebun Pak Budi. Sebuah tempat yang memadukan wisata dan pembelajaran ini bisa menjadi tempat yang tepat untuk refreshing ke tempat yang sejuk, belajar berkebun, beternak, serta menikmati kuliner yang bahan makanannya masih segar.

Untuk menuju Kebun Pak Budi, saran saya jangan terlalu mengikuti arahan Google Map. Hehe… saya sukses kesasar muter-muter mendaki gunung lewati lembah. Meskipun memang mengarah ke arah yang benar, tapi ada jalur yang lebih cepat untuk menuju ke sana. Dari arah Surabaya menuju Malang, di area Sukorejo, ketika Google Map menyarankan untuk berbelok kanan harap perhatikan apakah ada plang tanda penunjuk menuju Kebun Pak Budi. Kalau tidak ada bisa terus lurus sampai menemukan plang penunjuk arah untuk kemudian berbelok kanan.

Hasil saya nyasar 😀

Kebun Pak Budi ini memang jauh dari jalan utama, berada di tempat yang masih jauh dari polusi udara dan jalanannya pun belum begitu bagus. Tapi tempat ini sudah lumayan terkenal karena sebagian pengunjung malah berasal dari luar kota.

Memasuki Kebun Pak Budi kita akan disambut sesosok patung petani berperut gendut nan jenaka. Harga tiket masuk sebesar 50.000,- per orang saat weekend. Sedangkan saat weekday hanya 35.000,-. Kita juga bisa membeli paket memberi makan burung merpati atau kelinci serta masuk kolam renang. Satu paketnya seharga sekitar 80.000,- yang sudah termasuk tiket masuk.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan di sini?

Memasuki area Kebun Pak Budi tepat di tengah-tengah ada rumah-rumah panggung yang digunakan sebagai penginapan. Tempat ini diberi nama Villa Pak Budi. Untuk menikmati rumah panggungnya harus menginap dulu karena pagar untuk naik ke atas dikunci buat pengunjung lain. Hehe… Tepat di bawah villa terdapat area bermain seperti ayunan, prosotan, dan lain-lain.

Di sebelah kiri terdapat ruang meeting yang dapat disewa untuk pihak luar, kalau mau rapat atau acara kerja dengan suasana yang berbeda.

Berjalan ke belakang, terdapat kandang-kandang yang digunakan untuk berbagai jenis unggas, amphiteatre, area hidroponik, kandang kelinci. Sayangnya di area hidroponik tidak ada petugas yang membantu menerangkan cara bertanam dengan hidroponik, alhasil saya hanya lihat-lihat sayuran yang besar dan segar-segar itu.

Menuju ke area lebih ke dalam ada peternakan (yang saat saya berkunjung masih on progress pembangunannya), ada kolam renang anak dan tempat duduk leyeh-leyeh di sekitarnya. Di dekat kolam renang juga ada kafe dengan area duduk-duduk. Dengan suasana yang sejuk dan tempat leyeh-leyeh bisa jadi tempat yang nyaman untuk ngobrol bahkan tertidur. Hehehe….

Kebun Pak Budi ini selain menyediakan villa, kamar-kamar penginapan, juga disediakan glamping site alias tempat nginap di tenda tapi fasilitas penginapan. Ada area api unggunnya di tengah-tengah. Di dekatnya juga terdapat kolam ikan yang dapat digunakan untuk pengunjung dan anak-anaknya untuk belajar memancing.

Di pojok belakang terdapat kafe untuk ngopi-ngopi cantik. Saat saya berkunjung ke sana, kafe ini sedang ramai digunakan untuk acara reuni.

Kembali ke tempat awal di dekat pintu masuk terdapat restoran dua lantai. Karena sudah siang dan sudah waktunya perut ini diisi dengan makanan bergizi nan lezat, mampirlah saya dan suami ke restoran tersebut. Dapurnya terdapat di lantai satu. Dan hanya ada empat meja yang sudah penuh di lantai pertama. Kami menuju ke lantai dua dan ternyata masih sepi. Tempatnya luas dan serunya bisa melihat area Kebun Pak Budi dengan jelas dari sini.

Kami memesan menu yang direkomendasikan oleh waitress di sana, sepiring nasi, capcay, dan seporsi ayam bakar. Kata waitressnya sih ayamnya porsi kecil, tapi ketika datang ternyata besar juga untuk kami yang hanya datang berdua. Hahaha… Kenyang-kenyang deh. Untung cuma pesan nasi satu porsi.

Menu terbaik di sini tentu saja olahan sayurnya. Capcay yang disajikan perpaduan dari sayur mayur hasil produksi sendiri yang masih segar dan tentu saja organik. Enaaaaak….

Kalau saja hari itu tidak mendung gelap, dengan suasana sejuk, perut kenyang, ingin rasanya duduk berlama-lama menikmati pemandangan alami di sana.

Bikin betah, kan 🙂

 

Have a good journey,

 

 

@uphiet_kamilah

By | 2019-03-28T07:46:54+00:00 March 30th, 2019|Categories: Jawa, Jawa Timur, Traveling|Tags: , , |0 Comments

Leave A Comment