[SUNDAY READING] One Little Thing Called Hope – Winna Efendi

/, Buku, Fiksi, Review Buku/[SUNDAY READING] One Little Thing Called Hope – Winna Efendi

[SUNDAY READING] One Little Thing Called Hope – Winna Efendi

Judul: One Little Thing Called Hope
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 422
ISBN: 978-979-780-822-8
Cetakan Pertama, 2016
Goodreads Rating: 3.99/5

Ia akan memiliki sesal, juga pertanyaan-pertanyaan yang tak akan pernah terjawab dalam hatinya. Terutama, ia tidak akan dapat mengambil kembali apa yang telah dikorbankan dan diberikannya kepada cinta pertamanya

Blurb

AERYN

Hidup Aeryn seolah nyaris sempurna. Cantik, pintar, populer. Namun, setelah kehilangan ibunya, Aeryn menyadari bahwa kebahagiaan tidak pernah berlangsung terlalu lama. Selalu ada sesuatu yang terjadi. Kehadiran Flo dan Tante Hera dalam hidupnya membuat segalanya berubah. Bahagia ternyata tak seperti yang ia duga.

FLO

Bagi Flo, hidup adalah makanan manis, kue, tas perca dan aksesori buatan tangan, kotak-kotak susu aneka rasa. Juga Genta dan Theo – dua cowok paling berarti baginya. Bahagianya hampir terasa lengkap ketika ia memiliki Aeryn sebagai kakak perempuan yang ia idamkan. Namun, bahagia ternyata tak seperti yang ia duga.

Ini kisah persahabatan yang terduga di antara orang-orang yang dipertemukan secara tak sengaja, keteguhan hati untuk bertahan pada pilihan meski itu sulit. Juga tentang cinta dan harapan yang harus dibagi dan direlakan pergi.

Buatku, ada sesuatu yang ajaib dalam menciptakan kue yang enak dari bahan-bahan mentah. Ngebayangin tampilannya kalau udah jadi nanti, juga ekspresi senang orang yang memakannya.

Character

Aeryn, seperti dalam blurb adalah gadis yang cantik, pintar, dan populer di sekolah. Belum setahun kehilangan Mama, harus menerima kenyataan Papa memberikan keluarga baru, ibu tiri dan saudara tiri, untuknya. Aeryn yang teramat kehilangan Mama, tidak siap dengan segala perubahan suasana rumah. Tiap kembali pulang, rumah tidak terasa sama lagi.

Flo, gadis mungil yang nyentrik dengan tampilan dan kotak susu aneka rasa yang selalu tersimpan di tasnya. Sejak memiliki keluarga baru, Flo berusaha mengakrabkan diri dengan Aeryn yang selalu menjaga jarak. Pecinta makanan manis, yang selalu menjadikan kedua sahabatnya – Genta dan Theo – jadi korban percobaan hasil kue buatannya. Di balik karakternya yang ceroboh, Flo selalu bisa berprasangka baik terhadap apapun atau siapapun.

Theo, sahabat Flo sejak kecil yang pendiam, pintar, dan cuek. Selalu setia menemani sahabatnya dalam keadaan apapun. Bahkan Flo, yang diam-diam disukainya, mulai menunjukkan rasa suka pada Genta. Seorang jenius tapi tidak terlalu berambisi dalam kompetisi prestasi sekolah, alih-alih mengerjakan sesuatu yang menjadi passionnya yaitu mixing lagu.

Tante Hera, atau Bunda bagi Flo adalah sosok yang besar hati dan tegar. Saya memasukkan karakter ini sebagai salah satu main character karena  sosoknya yang sangat berpengaruh terhadap jalan hidup Flo. Menjadi bagian baru dalam hidup Aeryn, Tante Hera memberi waktu bagi Aeryn untuk menerimanya sebagai istri baru Papa. She’s my favorite one.

Setiap ibu turut bertanggungjawab untuk kesalahan yang anaknya perbuat.

Cover Story

Sampul depan berlatar belakang putih dengan tulisan HOPE yang dirangkai dari benang rajutan warna-warni. Serta ikon sepatu rajut biru nan mungil. Sudah bisa ditebak ceritanya tidak akan jauh-jauh dari sosok bayi.

Cerita tentang punya bayi? Atau kisah yang mengungkit masa lalu saat bayi? Hehehe….

Cerita tentang rumah tangga sudah tidak mungkin (bagi saya) karena saya pembaca karya Winna Efendi. Hampir semua karyanya bercerita tentang anak muda (masih sekolah, kuliah, atau masa dewasa sebelum menikah). Anak sekolah yang punya bayi?

Kadang, kita nggak tahu seberapa jauh kita bisa bertahan sampai saatnya tiba …

Story

Seringkali, dia yang tak terduga lah yang selalu ada di sisimu. Begitu lah tagline yang tertulis di cover buku ini.

Kisah tentang kehilangan, harapan baru, dan penerimaan diri.

Aeryn yang tidak bisa menerima kehadiran Flo dan Tante Hera dalam keluarganya, teramat takut kenangan akan Mama tergeser oleh suasana baru yang tercipta setelah keduanya mengisi rumah yang berisi kenangan akan Mama. Mampu membuka hati akan kehidupan barunya dengan kehadiran Theo, sahabat Flo, yang mengalami masa-masa yang pernah dialami Aeryn saat Mama masih sakit.

Flo dengan keputusan besarnya setelah tindakan ceroboh yang dilakukannya dengan Genta. Flo hamil dan masa depannya tiba-tiba terasa runtuh. Ada Aeryn, Theo, dan pastinya Bunda yang selalu ada di sisinya apapun yang terjadi. Meskipun sulit, Flo melaluinya dengan cukup optimis dan penuh harapan.

Bercerita tentang anak SMA, tapi bukan hanya dibaca untuk anak remaja. Buku ini tersimpan pesan moral tentang konsekuensi dari tindakan dan keputusan yang ceroboh. Pada akhirnya (ketika kamu berpikir dengan egois) tindakan yang kamu ambil tidak hanya kamu yang akan menanggungnya, selama masih ada keluarga, kita memang tidak pernah sendiri, begitu juga dengan konsekuensi yang harus ditanggung bersama.

Selain tentang kehamilan Flo dan konsekuensinya, novel ini bercerita bagaimana Aeryn yang membuka hati dan mulai memaafkan dirinya sendiri dan Papa atas kehilangan mereka akan sosok Mama. Aeryn yang selama ini menutup diri mulai menerima perasaan sayang terhadap Flo dan Tante Hera. Aeryn menemukan dirinya memahami kehilangan lewat sesosok Theo.

….Mungkin kita hanya perlu mencari sumber-sumber kekuatan yang lain dan terus bertahan, melangkah sedikit demi sedikit.

Gaya bercerita Winna Efendi yang mengalir membuat betah pembaca untuk membaca novel ini sampai akhir. Cocok buat teman ngopi sore. Hehehe…

Nah, yang tertarik baca novel ini bisa dibeli secara online di sini.

 

By | 2020-09-03T08:43:24+00:00 July 19th, 2020|Categories: #SundayReadingWithUphiet, Buku, Fiksi, Review Buku|Tags: , , |1 Comment

One Comment

Leave A Comment