Cantiknya Gili Nanggu, Lombok Barat

/, Traveling/Cantiknya Gili Nanggu, Lombok Barat

Cantiknya Gili Nanggu, Lombok Barat


Hari lebaran kedua, saya dan suami mudik ke Lombok. Karena kami memutuskan tidak mudik ke Sumbawa, kami akhirnya mencari tujuan lain untuk menghabiskan waktu liburan di Lombok. Diputuskan untuk menuju Lombok Barat.

 

Kami berangkat bersama dua orang teman lainnya, total empat orang, dengan dua buah motor. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi itu ketika kami berangkat dari rumah. Setelah urusan jemput menjemput selesai, kami langsung menuju tujuan melalui rute Mataram-Lembar-Sekotong Barat.

Setelah setengah jam perjalanan, kami berhenti sebentar di sebuah warung makan untuk sarapan di jalan menuju Pelabuhan Lembar. 15 menit kami habiskan waktu di sana, kami kembali melanjutkan perjalanan.

Sekotong

Menuju Sekotong ternyata lebih jauh dibanding Mataram-Senggigi. Hehehe…tapi bukan berarti menyurutkan rasa penasaran saya akan keindahan Lombok Barat yang katanya masih belum sepenuhnya tereksplorasi ini. Kami melalui jalur bawah untuk menuju Sekotong, itu berarti memutari kawasan Pelabuhan Lembar. 
 

Waktu tempuh sebenarnya adalah satu jam 10 menit kalau menurut Google Map, tapi karena kami banyak mampirnya, pukul 11 kami baru tiba di tempat penyewaan perahu penyeberangan ke pulau-pulau di sekitar Sekotong. Hari itu kami memutuskan untuk mengeksplorasi Gili Nanggu. Ada pulau-pulau lain di sana, seperti Gili Kedis, Gili Sudak, tapi kata dua orang teman yang pernah ke sana, Gili Nanggu mempunyai lanskap yang lebih bagus. Cuss lah kita pergi….

Sekotong Boat Transport

 

Sebelum menyeberang, kami membeli dua buah ikan bakar untuk dinikmati di sela-sela waktu kami di Gili Nanggu. Ada banyak ikan yang disediakan di warung yang jadi satu dengan pos penyeberangan itu. Ikan kakap, ikan baronang, ikan kerapu, ikan lembain, yang semuanya besar dan masih segar.

Gili Nanggu

Waktu yang ditempuh untuk menuju Gili Nanggu tidak sampai 15 menit. Sudah banyak boat yang berlabuh di tepian Pantai Gili Nanggu. Masih musim liburan, sebagian besar pengunjung adalah warga lokal. Wisatawan luar negeri yang berkunjung ke sini kebanyakan menghabiskan waktu untuk snorkeling di perairan sekitar Gili Nanggu.

Gili Nanggu


Spot instagrammable buatan sudah banyak orang antri untuk berfoto, kami langsung menuju lebih ke dalam pulau. Mencari tempat-tempat yang tidak begitu banyak wisatawan. Gili Nanggu sebenarnya sempurna untuk snorkeling. Gradasi laut yang cantik, tidak terlalu dalam, banyak karang dan berbagai jenis ikan untuk dilihat. Tapi hari itu kami memilih eksplorasi pulau, lebih tepatnya saya yang gak mau basah. Hahaha….


 


Menuju lebih dalam Gili Nanggu, kita akan menjumpai jajaran pohon cantik yang jadi spot favorit untuk berfoto. Daun-daunnya yang meranggas menjadikan hasil foto kita seolah-olah sedang berada di luar negeri pada musim gugur. Cantiiiiik….



Di balik Gili Nanggu, atau pantai baratnya, banyak terdapat batu karang. Dan, di sini kita akan merasakan seolah berada di pulau pribadi. Sangat jarang wisatawan yang memilih memutari pulau seperti yang kami lakukan. Pasir pantainya begitu lembut dan pastinya lokasinya lebih bersih dibanding sisi lain Gili Nanggu yang dijejali wisatawan. Need to inform you, jika kamu berkunjung ke sebuah tempat, tolong jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan yaaaa. Kalau gak ada tempat sampah, tolong bawa pulang kembali sampahmu ?


Bagian barat pantai Gili Nanggu

 

Gili Nanggu
 
Gili Nanggu

Sebenarnya di pulau ini terdapat sebuah penginapan, terlihat dari beberapa bangunan rumah yang ada di situ. Tapi nampaknya, sekarang sudah tidak terpakai karena kondisinya yang tidak terawat. Jadi kalau ingin bermalam di Gili Nanggu mungkin bisa dengan cara camping ya.

Bungalow tidak terawat di Gili Nanggu

Awalnya kami berniat mengabadikan momen sunset di Gili Sudak, tapi kami membatalkannya. Mengingat sunset adalah momen terbenamnya matahari dan setelah itu adalah gelap, kami tidak ingin pulang kemalaman melintasi jalan Sekotong-Lembar yang katanya agak-agak rawan. Kami memutuskan segera kembali ke daratan dan pulang ke Mataram.

Pantai Cemara

Di tengah perjalanan di daerah Lembar, saya dan suami berbelok ke Pantai Cemara. Beberapa kali berburu sunset di Lombok, kami selalu gagal karena matahari yang tertutup awan. Kali ini kami berhasil mendapatkannya di Pantai Cemara. Pantai yang begitu ramai oleh pengunjung lokal ini mengakhiri perjalanan kami menikmati Lombok Barat.

Sunset di Pantai Cemara

 

Total Biaya

Bensin (40.000/2 sepeda motor)                            Rp20.000
Sarapan (70.000/4pax)                                       Rp17.500
Snack dan minuman (77.000/4pax)                            Rp19.000
ikan bakar (70.000/4pax)                                   Rp17.500
sewa boat (250.000/4pax)                                  Rp62.500
tiket masuk (20.000/4pax)                                 Rp5.000
                                                              Rp141.500
 
Secara total biaya kami menghabiskan Rp527.000,00, tapi bisa menjadi lebih hemat kalau pergi beramai-ramai ?


Have a good journey!


Follow me on IG @uphiet_kamilah

Follow me on FB Uphiet Kamilah

By | 2018-10-18T07:34:47+00:00 July 6th, 2018|Categories: Lombok, Traveling|0 Comments

Leave A Comment