Collecting Postcard From The World

//Collecting Postcard From The World

Collecting Postcard From The World

Kalau saya menceritakan tentang koleksi buku agaknya terlalu biasa, maka saya sedikit memutar otak apa yang harus saya ceritakan di hari kesebelas ini. Menemukan album kumpulan kartu pos ini diantara album foto dan saya ingin berbagi sedikit betapa menyenangkannya mengoleksi benda satu ini.

Saya sempat terobsesi pada hal terkait surat-menyurat. Ketika SD, saya memiliki beberapa sahabat pena yang media perkenalannya difasilitasi majalah anak-anak, entah Mentari Putera Harapan atau Bobo. Kami saling berbalas surat dan bertukar pengalaman. Saat surat datang bukan main senangnya, bukan hanya kabar dan cerita yang dinanti, tapi juga tempelan perangko yang beraneka rupa menghiasi amplop surat. Pada akhirnya saya mengoleksi perangko.

Koleksi perangko saya bertambah dari pemberian orang tua, saudara, dan juga beli di toko. Saat itu di Surabaya masih berdiri toko buku Gunung Agung di area Tunjungan (yang sekarang tinggal kenangan). Di toko buku tersebut dijual perangko bekas yang semakin tua tahun edarnya semakin mahal harganya.

Memasuki masa remaja hobi tersebut sempat dilupakan, bahkan koleksi perangko saya berikan pada seorang teman kuliah. Sampai akhirnya saya menemukan platform Postcrossing yang memfasilitasi orang di seluruh dunia untuk bertukar kartu pos. Keinginan saya untuk kembali menekuni hobi lama muncul kembali. Mari kita bertukar kartu pos….

Dengan mengirim satu kartu pos ke seseorang yang sudah ditentukan oleh sistem, kita akan menerima satu kartu pos dari orang lain. Sebulan setelah bergabung, sebuah kartu pos datang, disusul dengan kartu pos yang lain beberapa minggu kemudian. Ada perasaan bahagia tak terkira menerima kartu pos dari orang yang tidak dikenal dan mendapat kabar dari mereka, kadangkala hanya sepenggal cerita tentang tempat tinggal mereka.

Kartu pos dari berbagai negara saya terima. Sebagian besar berasal dari Eropa, seperti Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Rusia. Beberapa dari Amerika Serikat dan negara-negara di Asia. Membayangkan kartu pos yang seukuran lembaran kecil ini mengalami perjalanan lintas negara saya ikutan berharap semoga saya yang gantian bepergian melintasi negara 😀

Mulailah saya mengoleksi kartu pos ini. Hanya dua tahun saya aktif di Postcrossing karena saya mulai sibuk bekerja. Koleksi kartu pos lainnya saya dapatkan dengan membeli sendiri kalau sedang bepergian ke suatu daerah di Indonesia, atau seringkali saya request oleh-oleh kartu pos kepada saudara yang sedang bepergian ke luar negeri. Jangan lupa kirimi saya kartu pos ya, biar sekalian dapat cap pos dan perangkonya. Karena saya lebih suka kartu pos yang lecek karena melalui serangkai perjalanan hingga diantar pak pos ke rumah, daripada beli atau dikasih kartu pos yang masih baru dan mulus.

Ah, jadi ingin aktif lagi di Postcrossing….

 

@uphiet_kamilah

By | 2018-11-30T09:12:16+00:00 November 30th, 2018|Categories: Uncategorized|Tags: , |10 Comments

10 Comments

  1. Miyosi November 30, 2018 at 9:42 pm - Reply

    Kok podo karo mas ryan se
    Doi juga koleksi ginian
    Ckckck

    • uphiet November 30, 2018 at 11:47 pm - Reply

      Mas ry kan emang sifatnya gak jauh beda sama aq mi *digetok pake ulekan* 😀

  2. Yas Marina Dewi December 1, 2018 at 12:07 am - Reply

    Waktu SD hingga SMA saya juga pernah koleksi perangko. Pas kuliah, fokus saya berbeda. Sekarang entah kemana ya perangko-perangko itu.

    • uphiet December 1, 2018 at 9:23 am - Reply

      Wah, dicari lagi mbak jangan2 skrg perangkonya langka dan dicari orang. Hihihi

  3. Ewafebri December 1, 2018 at 12:53 am - Reply

    Kereen banget mbaak… Bisa surat-suratan (eh postcard-postcardan dink). Yang paling berkesan dapet dari mana mbak.. ?

    • uphiet December 1, 2018 at 9:22 am - Reply

      Yg paling berkesan dapet dari kakak sendiri saat tugas ke kanada. Udah sebulan pulang kartu posnya baru datang 😅

  4. ayaocha December 1, 2018 at 4:10 am - Reply

    Waah I know how it feels, meskipun bukan filateli juga sih, taoi dulu sempet menikmati rasanya kirim-kiriman surat dan ngagumin betapa gambar-gambar di kartu pos itu bagus bangetttt

    • uphiet December 1, 2018 at 9:21 am - Reply

      Dulu namanya sahabat pena, kalo sekarang apa ya? Netizen bukan? 😅

  5. Tuteh December 2, 2018 at 11:46 am - Reply

    Hahaha sama 🤗 termasuk yang masih ngumpulin/simpan surat dr teman-teman, dan kartu pos dari teman-teman dari luar negeri.

Leave A Comment