Gili Air: for peaceful seeker

/, Lombok, Traveling/Gili Air: for peaceful seeker

Gili Air: for peaceful seeker

Malam hari sebelumnya, saya dan suami belum memutuskan mau pergi kemana buat weekend ini. Kami menikmati Kamis malam di Epicentrum Mall, sambil mencari-cari tempat buat liburan besoknya.

Ada dua pilihan saat itu, Gili Gede atau Gili Air.

Buat saya yang tidak pernah pergi ke keduanya, mana pun boleh.
Gili Gede berada di daerah Sekotong, sebelah barat pulau Lombok. Masih tergolong sepi dibanding Gili Air yang berada satu kawasan dengan Gili Trawangan yang tersohor.
Tapi karena terbatasnya waktu buat mencari akomodasi dan informasi terkait Gili Gede, kami memutuskan untuk ke Gili Air yang lebih mudah dicapainya.
Menjelang siang, kami berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor menuju Pelabuhan Bangsal melalui rute hutan pusuk yang memakan waktu ± 1,5 jam.
Karena hari itu Jumat siang, sebelum menuju Pelabuhan Bangsal kami menuju arah Tanjung untuk mencari masjid karena suami harus melaksanakan Jumatan sekaligus mencari makan siang.
Mencari masjid di Lombok adalah perkara yang sangat mudah. Pulau ini dijuluki pulau seribu masjid bukan tanpa alasan. Beberapa jarak tempat kita akan bertemu masjid, kadang masjid yang ada pun berseberangan.
Setelah makan siang di dekat pelabuhan, kami memarkir sepeda di parkiran, dengan tarif Rp5000 jika tidak menginap, dan Rp10.000 jika menginap.
Perahu untuk menuju Gili Air berada di sebelah kanan jalan masuk, dibalik sebuah bangunan, terpisah dari perahu yang menuju Gili Meno dan Gili Trawangan yang berada di kiri jalan, dan terlihat langsung dari jalan.
Tiket untuk sekali menyeberang sebesar Rp12.000 dan hanya butuh waktu kurang dari 15 menit untuk sampai di Gili Air. Dibanding Gili Meno dan Gili Trawangan, Gili Air adalah pulau terdekat dari Pelabuhan Bangsal.
Setiba di Gili Air kami belum tau akan menginap dimana. Hasil diskusi semalam hanya mengerucutkan pilihan dan belum mengambil keputusan, karena dari kedua aplikasi booking online yang kami lihat selisih harga dari hotel yang sama cukup jauh, sehingga kita memutuskan bertanya langsung di hotel yang bersangkutan.
Pilihan pertama kami sebelumnya adalah Bel Air Resort and Spa, yang berada di bagian timur Gili Air, tapi begitu tiba di Gili Air kami baru sadar kalau jalan ke sana lumayan jauh ?? Akhirnya pilihan jatuh pada Oceans 5 Dive Resort yang letaknya tepat di depan dermaga Gili Air. Pertimbangan akhirnya adalah kalo jalan-jalan bolehlah jauh-jauh, tapi pulang buat balik lagi ke dermaga dengan bawa ransel berat, hmm, pilih yang dekat aja lah. Ditambah lagi kami ingin menikmati sunset, yang berada di sisi barat pulau.
Kami menyewa Poolside Bungalow dengan tarif Rp750.000/malam, jauh lebih rendah dibanding harga di aplikasi booking online. Dengan fasilitas kulkas, TV, AC, dan kamar mandi semi outdoor yang luas.

interior kamar

Setelah beberes sebentar, kami memutuskan untuk jalan-jalan menikmati sunset dan hunting tempat dinner. Kami menuju dermaga yang sore itu telah sepi. Tidak ada lagi penyeberangan keluar masuk Gili Air. Sejenak kami menikmati pemandangan pulau Lombok dari tepi dermaga.

Dari dermaga kami berjalan ke arah barat, menuju Hotel Ombak Paradise yang terkenal dengan ayunan pantainya. Belum sampai di ayunan tersebut malah kami menemukan tempat tak terpakai yang tak kalah cantik untuk berfoto-foto dan menikmati sunset.

Tidak seperti Gili Trawangan yang ramai wisatawan, Gili Air lebih sepi. Sebagian besar pengunjung adalah wisatawan asing yang ingin diving di sekitar perairan Gili, sebagian kecil lainnya adalah pasangan bulan madu dan pengunjung lokal.

Citarasa Italiano di Gili Air

Puas menikmati sunset yang ternyata mendung, kami mulai terasa lapar. Kami mengandalkan tripadvisor untuk menentukan tempat makan malam kami hari itu. Pilihan jatuh pada restoran masakan khas Italia, Classico Italiano. Tempatnya berada di gang kecil, yang untuk menuju ke sana kami harus melewati jalan kecil yang gelap dan beberapa tempat yang muncul genangan air. Ini serius jalannya udah betul? FYI, kami mengandalkan google map.
Tempat ini hampir setiap hari ramai, dan kebanyakan wisatawan asing yang berkunjung. Kami berdua menjadi tamu lokal pertama yang datang, dan tidak lama muncul 3 orang wisatawan lokal lain. Sisanya bule semua. Semakin malam hampir tidak ada bangku tersisa.
Pemilik tempat makan ini adalah sepasang suami istri kewarganegaraan Italia yang sudah mendirikan tempat ini selama 3 tahun. Awalnya mereka mengelola tempat ini berdua, namun di tahun 2018 ini, sang suami melebarkan sayap dengan mendirikan tempat makan Perla Nera yang menspesifikasikan pada menu burger, yang juga berada di Gili Air.
Kami memesan margherita pizza dengan double mozarella dan homemade tiramisu sebagai penutup. Harus mencoba tiramisunya, the best ever.

margherita pizza

the best homemade tiramisu

Perpaduan menu yang enak, tempat makan yang keren, pemilik yang ramah, dan harga yang reasonable. I recommend this place if you visit Gili Air.

Sarapan ala bule di Oceans 5 Dive

Sarapan di tempat ini tidak prasmanan seperti kebanyakan hotel. Ada 4 menu yang ditawarkan, yaitu Sweet Pancake, Savoury Pancake, Eggs Any Style, atau Fruits and Yoghurt. Saya memilih scrambled egg dengan roti gandum sedangkan suami memilih savoury pancake. Meskipun kami tidak bisa memilih menu sepuasnya seperti prasmanan, percayalah menu yang disajikan sudah terlalu banyak untuk perut pribumi seperti kami berdua.

breakfast menu

my scrambled egg

Untuk meredakan perut yang kekenyangan, kami menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan ke arah sisi timur penginapan, menikmati pagi di Gili Air yang tenang. Kami melewati beberapa penginapan yang berkonsep tidak jauh berbeda dengan penginapan kami, bentuk-bentuk bungalow yang menyerupai rumah adat suku Sasak.

Jam 11 kami check out dari penginapan dan menyeberang kembali ke Pulau Lombok.

Total Biaya
Biaya parkir sepeda motor semalam                                                 Rp10.000
Biaya penyeberangan PP (2pax) 4×12.000                                       Rp48.000
Akomodasi hotel (inc.breakfast)                                                      Rp750.000
Dinner margherita pizza+mozarella 75.000
            espresso 30.000, hot lemon tea 30.000
            homemade tiramisu 55.000                                                  Rp190.000
Gelato                                                                                                  Rp25.000
                                                                                                        Rp1.023.000

Banyak penginapan dengan rate yang lebih murah di Gili Air, jika kamu ingin mengurangi budget selama perjalanan atau mungkin memilih makan di tempat yang lebih murah. Tapi karena saya dan suami cenderung suka menikmati makanan baru dan enak, untuk yang satu itu tidak perlu diskip ?

Have a good journey!

Follow me on IG @uphiet_kamilah
Follow me on FB Uphiet Kamilah

By | 2018-10-07T08:08:55+00:00 May 25th, 2018|Categories: Kuliner, Lombok, Traveling|0 Comments

Leave A Comment