Hopping Islands di Lombok Timur

/, Traveling/Hopping Islands di Lombok Timur

Hopping Islands di Lombok Timur

Hari kedua libur lebaran di Lombok, peserta jalan-jalan bertambah menjadi 7 orang, beberapa di antaranya janji ketemuan langsung di lokasi ?

 

Kami menuju Lombok Timur. Waktu yang ditempuh dari Mataram menuju tempat penyeberangan di Lombok Timur menurut Google Map adalah 2 jam 18 menit, kami menempuh hampir 3 jam karena urusan jemput-menjemput dan sarapan setengah siang. Hehe… Selain itu, kondisi jalan yang tidak terlalu lebar dan banyak kendaraan membuat sopir tidak bisa memacu kecepatan.

Padak Gua Harbour
Karena masih musim liburan, kondisi pantai di sini ramai sekali. Kebanyakan adalah wisatawan lokal, hanya beberapa terlihat wisatawan asing. Kami menunggu salah seorang teman yang sedang proses tawar-menawar boat yang akan kita sewa seharian di sini.

Padak Gua

Setelah semua on board, berangkatlah kami menuju lokasi pertama. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi lautan biru nan luas, dan beberapa pulau kecil yang tersebar di sepanjang bentangan Selat Alas yang memisahkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Gelombang cukup besar karena memang kita sedang berada di selat Alas. Agak ngeri juga karena di boat yang kami sewa tidak disediakan life jacket. 15 menit kita telah sampai di tujuan.

Gili Petagan
Tujuan pertama kami adalah Gili Petagan, pulau paling jauh dalam rencana destinasi kami hari itu. Kita tidak akan menuju daratan pulaunya, hidden gem di sini adalah kawasan mangrove atau hutan bakau yang tersebar luas, seakan pohon-pohon ini muncul dari dalam laut.

Gili Petagan

 

mangrove di Gili Petagan

Kita diperbolehkan untuk turun dari boat, dan menyusuri jembatan bambu yang sengaja dibuat untuk pengunjung buat menikmati dan bersantai dengan dikelilingi hijaunya hutan bakau. Ada gazebo kecil untuk beristirahat.

Setelah puas menikmati rimbunnya hutan bakau di sini, kami berangkat menuju destinasi kedua. Sebelum benar-benar meninggalkan Gili Petagan, kita akan disuguhi pemandangan cantik hutan bakau. Sebentar kita akan lupa kalau sedang berada di lautan, pemandangan mirip seperti menyusuri sungai di Kalimantan. Begitu hutan bakau habis dari pandangan, lautan luas kembali terbentang.

Gili Kapal
Tujuan kedua ini hampir gagal kita kunjungi. Gili Kapal adalah sebuah gusung, atau pulau pasir. Seperti pengalaman sebelumnya, gusung kadang terlihat kadang tidak tergantung tingginya air laut. Saya sudah rela tidak bisa menginjakkan kaki di Gili Kapal ketika dari kejauhan terlihat warna laut yang hijau tosca mendekati putih, yang artinya pulau pasirnya sudah terendam air laut.

Gili Kapal

Kapal semakin mendekat dan mulai mematikan mesin. Mungkin cuma disuruh liat saja, pikir saya kala itu. Ternyata, masih terlihat gundukan pasir yang sesekali dihempas ombak. Tidak seluas Gusung Sanggalau, Derawan yang sebesar lapangan bola, Gili Kapal terlihat hanya sepetak tanah kecil yang bahkan tergulung ombak dan siap-siap menghilang dalam ketinggian air laut.

Beberapa dari kami turun dari boat, dan beberapa teman tetap berada di boat untuk kepentingan pengambilan gambar. Hehehe…I’m super excited!

Gili Bidara
Sudah banyak pengunjung ketika kami datang. Banyak yang snorkeling dan berenang. Kami rehat sebentar sambil menikmati pemandangan laut yang segar memanjakan mata.

Gili Bidara

Jangan terpaku pada keramaian, pulaunya kecil, lebih baik menelusurinya dan mendapatkan ketenangan di sisi lain pulau.

Gili Bidara

Gili Kondo
Kebanyakan wisatawan lokal mengunjungi pulau Kondo, pulau paling terdekat dari daratan. Di sini suasana lebih ramai daripada di gili Bidara. Kami berhenti sebentar di sebuah warung untuk secangkir kopi dan mie instan dan sebuah obrolan.

Lagi-lagi hindari keramaian supaya dapat benar-benar menikmati keindahan pulau ini. Pasir pantainya beda dengan di daratan, campuran warna putih, oranye, merah, dan pastinya sangat lembut.

Gili Kondo

Akan lebih menyenangkan jika kita bisa mendirikan tenda dan menikmati sunset sekaligus sunrise di sana. Sayangnya, kami harus kembali ke daratan. Dari atas boat, di tengah lautan, terlihat pulau Lombok dan Gunung Rinjani yang begitu menawan.

Total Biaya
Sewa mobil (inc.sopir & BBM) 700.000/5pax            Rp140.000,00
sarapan 61.000/5pax                                  Rp12.200,00
snack dan minuman 77.000/7pax                       Rp11.000,00
sewa boat 460.000/7pax                               Rp65.000,00
Rp228.200,00

Dari total Rp1.298.000, lagi-lagi akan jauh lebih hemat kalau perginya beramai-ramai.

Have a good journey!

By | 2018-10-18T07:33:13+00:00 July 13th, 2018|Categories: Lombok, Traveling|Tags: , , , , |0 Comments

Leave A Comment