Itinerary Perjalanan 5H4M di Yogyakarta

/, Traveling, Yogyakarta/Itinerary Perjalanan 5H4M di Yogyakarta

Itinerary Perjalanan 5H4M di Yogyakarta

Tanggal 21-25 Desember 2018 kemarin saya memutuskan menghabiskan libur panjang untuk ke Yogyakarta. Sebenarnya sedikit merasa terkena jebakan Batman saat sudah deal dengan suami untuk liburan di sini. Kenapa? Karena liburan panjang yang bertepatan dengan liburan sekolah itu berarti Yogyakarta akan penuh sesak dan macet dimana-mana. Dan memang terbukti nyata, untuk masuk ke pusat kota, yaitu daerah Malioboro dan Keraton, macetnya luar biasa. Untuk itu jauh-jauh hari saya harus putar otak dan menentukan tujuan yang pastinya di luar pusat kota, daripada mood liburan jadi drop karena macet di jalan.

Menentukan tujuan di luar pusat kota juga bukan berarti akan mulus di jalan. Beberapa lokasi wisata di luar pusat kota Jogja juga mulai menjadi tujuan banyak wisatawan, sehingga di beberapa lokasi tetap saja macet-macetan. Tapi kemacetan ini masih bisa ditoleransi, meskipun beberapa tujuan harus dihapus dari rencana karena waktu yang sudah tidak memungkinkan atau kondisi badan yang sudah lelah.

Berikut adalah itinerary yang terwujud selama 5 hari 4 malam saya melakukan perjalanan Pasuruan-Jogja-Pasuruan berdua dengan suami:

Jumat, 21 Desember 2018

[17.39] Kereta Mutiara Selatan, berangkat dari Bangil, Pasuruan

[00.00] Tiba di Stasiun Tugu

Sabtu, 22 Desember 2018

[01.00] Makan tengah malam di Gudeg Permata

[02.00] Tiba di Sabana Homestay, istirahat

[09.00] Ambil sepeda motor sewaan di daerah Pakualaman

[09.30] Tiba di Museum Affandi

[11.00] Keluar dari Museum Affandi, rencana makan es krim di Olddish by TipTop 1936. Tapi ternyata tutup

[11.30] Warung Kopi Klotok

[15.30] Museum Ullen Sentalu

[17.10] Gardu Pandang Merapi, Festival of Lights

[20.00] Kembali ke Jogja

[22.00] Makan es krim di Olddish by TipTop 1936

[22.30] Makan malam di sekitar UNY

[23.00] Kembali ke Sabana Homestay untuk istirahat

*Catatan

– Sarapan sudah disediakan di homestay, jadi keluar penginapan langsung mulai jalan-jalan

– butuh waktu 2 jam untuk kembali dari Kaliurang ke Jogja? Sebenarnya mencoba peruntungan cari makan di pusat kota, tapi baru sampai di Tugu Pal Putih saja sudah macet, malah terus ke arah Malioboro. Sampai di stasiun Tugu sudah tidak sanggup macet-macetan karena lelah jiwa raga plus lapar, akhirnya kembali ke arah Kaliurang dan cari makan seadanya sebelum kembali ke penginapan.

Minggu, 23 Desember 2018

[09.00] Berangkat dari Sabana Homestay

[09.30] Situs Warungboto

[10.45] Monggo Chocolates Factory, beli oleh-oleh

[11.50] Makan siang di Sate Klathak Pak Pong, Bantul

[14.30] Hutan Pinus Pengger

[17.45] Mampir di Panggung Krapyak

[18.00] Makan malam di Nanamia Pizzeria

[19.30] Selesai makan di Nanamia Pizzeria, kembali ke penginapan. Kembali bermacet-macetan karena melewati area sekitar Keraton Ngayogyakarta

[21.00] Tiba di Sabana Homestay untuk istirahat

*Niat nonton bioskop di Empire XXI yang hanya di seberang jalan kalah oleh lelahnya jiwa karena perjalanan penuh drama hari itu, jadi kami memutuskan langsung istirahat.

Senin, 24 Desember 2018

[09.00] Berangkat dari Sabana Homestay

[09.30] Museum Dirgantara

[11.00] Keluar dari Museum Dirgantara, karena ada suatu urusan kami kembali lagi ke penginapan

[12.30] Candi Sambisari

[13.45] Keraton Ratu Boko

[15.30] Keluar dari Keraton Ratu Boko, menuju Abhayagiri Restaurant

[15.50] Tiba di Abhayagiri yang ternyata fullbooked 🙁

[16.30] Setelah bermacet-macet di Tebing Breksi, akhirnya tiba di Candi Ijo

[16.35] Makan sore di Amettati Cafe and Resto

[17.30] Kembali ke Jogja, menuju Malioboro

[18.30] Tiba di Stasiun Tugu

[18.45] Belanja oleh-oleh di Hamzah Batik

[20.00] Kembali ke Sabana Homestay

[21.00] Makan malam di Cafe Platinum dekat penginapan

[22.00] Istirahat

*Catatan: kami memutuskan menyeberang di rel kereta api dekat stasiun Tugu, daripada memutar jauh mengikuti laju kendaraan. Trik ini kami lakukan dengan berjalan kaki menyeberang sambil mendorong motor, karena memang jalur ini hanya untuk pejalan kaki dan becak 😀

Selasa, 25 Desember 2018

[09.40] Berangkat dari penginapan di kawasan Timoho

[09.55] Tiba di Stasiun Tugu

[09.58] Pulang dengan Kereta Ranggajati menuju Bangil

[17.04] Tiba di Bangil

*Catatan: sempat berpindah penginapan karena di penginapan sebelumnya di malam itu sudah dipesan orang lain.

Dengan pencapaian jalan-jalan itu ada beberapa tujuan yang terpaksa dihapus sejak awal karena tidak sejalur, terpaksa tidak dicapai karena minim waktu, dan pastinya karena males bermacet-macetan. Misalnya saja Stonehenge Merapi, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Abhayagiri Restaurant, Gudeg Pawon, Gudeg Mercon, Il Tempo Gelato (maap yang terakhir makanan semua. Hehehe…) Tapi tidak perlu disesali karena yang sudah dicapai pun sudah bikin happy.

Di hari kepulangan saya sempat panik karena pemilik penginapan yang juga teman suami saya belum juga menjemput padahal sudah jam 9. Kalau saja di penginapan ada penjaga yang bisa dititipi kunci kamar dan motor sewaan, ingin rasanya saya dan suami langsung saja menuju stasiun tanpa menunggu, tapi tidak ada yang bisa ditemui. Maka saya harus menunggu dengan berpura-pura sabar karena teman suami saya sedang berada di gereja karena itu adalah hari Natal.

Berusaha membesarkan hati pula toh perginya sama suami, kalau ketinggalan kereta masih ada bus yang bisa dikejar. Tapi tetap saja deg-degan. Hahaha….

09.30 teman suami saya datang, dan drama kedua terjadi. Motor sewaan yang sempat pecah ban saat menuju Hutan Pinus Pengger, kembali pecah ban. Rasanya luar biasa deg-degan. Hahaha…akhirnya kami berangkat dengan sepeda motor teman suami, sedangkan dia menunggu ojek online. Belum lagi kami harus nyelip-nyelip di keramaian kendaraan arah Malioboro dengan koper saya yang membuat gerakan motor tidak terlalu leluasa.

Tiba di Stasiun Tugu 1 menit sebelum kereta Ranggajati seharusnya berangkat. Beruntung kereta terlambat 2 menit, memberi saya sedikit ruang untuk mencetak tiket, mengeluarkan KTP, dan membeli sebotol air mineral. Masuk ke dalam stasiun, ketika kereta Ranggajati perlahan memasuki stasiun. Ya Allah, dramanyaaaa….

Ohya, untuk perkiraan pengeluaran saya akan tampilkan garis besarnya di bawah ini:

  • Tiket Kereta Mutiara Selatan Rp450.000,- per orang
  • Tiket Kereta Ranggajati Rp440.000,- per orang
  • Sewa Motor Rp200.000,- untuk 3 hari
  • Akomodasi Rp400.000,- semalam (untuk apartemen di Timoho)
  • BBM sepeda motor Rp50.000,-
  • Tiket Masuk Museum Affandi Rp50.000,- per orang (tapi saya dapat diskon 50% karena datang di hari ibu)
  • Tiket Masuk Kawasan Wisata Kaliurang Rp8.000,- (tiket untuk sepeda motor Rp2.000 dan pengunjung Rp3.000,- per orang)
  • Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu Rp40.000,- per orang
  • Tiket Masuk Festival Of Light Rp25.000,- per orang
  • Tiket Hutan Pinus Pengger Rp2.500,- per orang
  • Tiket Masuk Museum Dirgantara Rp6.000,- per orang
  • Tiket Masuk Candi Sambisari Rp5.000,- per orang
  • Tiket Masuk Kraton Ratu Boko Rp40.000,- per orang

Total pengeluaran untuk 5H4M trip Jogja per orang adalah Rp1.366.500,- (tidak termasuk makan dan pengeluaran pribadi dan akomodasi plus sewa motor+BBM dibagi dua)

*Catatan: Karena Sabana Homestay adalah milik teman suami, maka kami tidak dipatok tarif. Many thanks to you, Mas Danil dan istri dan kedelapan anaknya yang bikin ramai setiap hari. Kami akan kembali suatu saat nanti. Hehehe…

Ohya di beberapa ulasan Sabana Homestay ini menjadi recommended place to stay, buat yang ingin jalan-jalan di Jogja dengan budget terbatas tapi kualitas tempat yang bagus. Karena lokasinya yang jauh dari Malioboro, bisa dipastikan bebas dari kemacetan. Meskipun begitu tempatnya tidak kalah strategis karena terletak di Jl.Solo-Yogyakarta dan berada di dekat Empire XXI Yogyakarta. Kalaupun ingin rekomendasi tempat yang oke, bisa tanya-tanya langsung dengan pemiliknya 🙂

Sabana Homestay

Jl. Urip Sumoharjo, Gang Sawo No.878, Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta

Have a good journey!
By | 2019-02-11T14:57:41+00:00 February 16th, 2019|Categories: Jawa, Traveling, Yogyakarta|0 Comments

Leave A Comment