Liburan ke Cimory on The Valley, mampir Dusun Semilir Eco Park di Kabupaten Semarang

/, Jawa Tengah, Traveling/Liburan ke Cimory on The Valley, mampir Dusun Semilir Eco Park di Kabupaten Semarang

Liburan ke Cimory on The Valley, mampir Dusun Semilir Eco Park di Kabupaten Semarang

Pagi hari rombongan berangkat dari Jogja, menuju Kabupaten Semarang. Dengan adanya tol trans Jawa, cukup memakan waktu 2 jam perjalanan dari pintu masuk tol Solo dan keluar di kawasan Bawen, Kabupaten Semarang. Dari exit toll menuju Cimory hanya perlu waktu 10 menit.

Cimory on The Valley

Dulu kalau menyebut Cimory, pasti nyambungnya Cimory yang di Bogor sana. Kebetulan dulu waktu jalan-jalan ke Bogor pernah mampir ke Cimory Riverside, meskipun gak mampir ke Cimory Mountain View. Karena mampirnya cuma sebentar untuk beli oleh-oleh dan duduk-duduk di restorannya, saya pikir memang Cimory adalah toko oleh-oleh dan restoran. Hehehe…

Sampai beberapa bulan ini dibukalah cabang Cimory di tempat saya tinggal, yaitu Cimory Dairyland and Resto di Pasuruan. Baru ngeh dong kalau Cimory ini bisa jadi obyek wisata karena terdapat mini kebun binatang, museum, taman bermain, dan lain-lain. Dairy shop dan restoran hanya bagian kecilnya. Sempat mampir ke sana tapi cuma untuk makan malam bareng suami. Nanti deh dikunjungi lagi 😀

Pertengahan minggu kemarin, setelah dari Jogja saya berkesempatan mampir di Cimory versi Jawa Tengah, yaitu Cimory on The Valley yang masuk di wilayah Kabupaten Semarang. Karena mindsetnya sudah obyek wisata, maka fokus jalan-jalan ya 😀

Lumayan ramai karena hari itu hari Minggu, apalagi kami datang dengan rombongan yang cukup besar jumlahnya. Jadi suasananya semakin padat.

Selain dairy shop yang berada di bagian depan, dan tentu saja restoran di belakangnya, masuk ke dalam kita akan menjumpai area wisatanya. Ada kebun binatang mini, area perkebunan mini, spot foto ala The Hobbit, bahkan wisata terbarunya yaitu Mini Mania yang mengangkat konsep Taman Miniatur Landmark Dunia.

Untuk tiket masuk ke Dairyland dikenakan tarif 15.000, sedangkan untuk Mini Mania dipatok tarif 25.000. Kita juga akan mendapat kupon potongan harga untuk membeli es krim dan es teh. Masing-masing untuk pemakaian satu kali.

Berhubung saya dan suami cuma berdua, beberapa arena yang diminati anak-anak kami skip karena jauh lebih ramai dibanding yang lain. Setelah masuk dan membeli es krim dengan potongan harga, di dekat taman kelinci, kami langsung menuju spot foto ala The Hobbit.

Sebelum ke Selandia Baru, foto di sini dulu lah… Hehe… Amin amin deh bisa ke Selandia Baru 😀

Selanjutnya kami langsung menuju Mini Mania. Spot wisata baru di Cimory Semarang ini masih sepi ketika kami masuk. Karena rombongan yang lain masih sibuk berkeliling dengan anak-anak.

Di Mini Mania kita bisa melihat dan berfoto dengan latar belakang landmark dunia dalam bentuk mini. Diawali dengan miniatur Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Mercusuar Willem’s Toren III Aceh, diikuti dengan miniatur landmark dunia, seperti Petronas, Temple of Heaven China, Menara Eiffel, Menara Pisa, Piramida, Merlion, dan lain-lain.

Selain miniatur landmark, Mini Mania yang mengangkat tagline “Mini Us, Mini Size with a Big Heart” ini juga menghadirkan manusia bertubuh mungil sebagai kru yang berada di pintu masuk dan spot-spot tertentu. Kita bisa berfoto-foto bersama mereka juga.

Setelah suasana semakin ramai, akhirnya kami memutuskan keluar dan duduk-duduk di depan dairyshop sebelum beralih ke obyek wisata selanjutnya.

Dusun Semilir Eco Park

Tidak terlalu jauh di Cimory, ada obyek wisata baru yang pembangunannya terus berlangsung. Dari pintu keluar tol malah jaraknya lebih dekat, berada di kiri jalan saat menuju Cimory. Namanya Dusun Semilir Eco Park. Bangunan dengan arsitektur unik ini membuat banyak wisatawan penasaran dan ingin berkunjung.

Memasuki area parkirnya, terlihat bahwa pembangunan tempat wisata ini masih terus berlanjut. Sementara yang bisa dimasuki adalah bangunan unik yang mirip stupa candi yang berada di bagian depan.

Sayangnya saya tidak terlalu menikmati berkunjung ke sini karena suasana yang sangat ramai. Mungkin karena masih baru dan tergolong sedang viral, wisatawan berbondong-bondong mendatangi tempat wisata ini.

Sebelum masuk, di halaman bangunan unik tersebut ada sekelompok pemain musik dengan baju daerah yang sedang menunjukkan aksinya. Lamat-lamat saya baru menyadari lagu Sugeng Dalu- Denny Caknan yang mereka mainkan.

Masuk ke dalam bangunan unik itu terdapat toko oleh-oleh di bagian kanan dan kiri, yang isinya lumayan lengkap. Lagi-lagi saya menemukan coklat inceran, yaitu Krakakoa dari Lampung. Cukup luas bangunannya, dan saya langsung terpesona dengan hiasan yang menggantung di langit-langit. Cantik sekali…

Berjalan menuju area belakang, ada loket pembelian tiket untuk masuk ke spot  berikutnya, yaitu Jembatan Senggol. Jembatan ini terbuat dari kayu dan bambu yang dibuat berkelok-kelok dan menurun. Di sepanjang jembatan senggol terdapat beberapa spot foto dan stand penjual makanan. Turunnya sih gak terasa ya, tapi pas naik balik lagi ke bangunan depannya lumayan bikin kehabisan nafas karena rutenya panjang.

Tapi berhubung saya paling males kalo memotret dengan suasana rame, foto jembatan senggolnya nyomot dari Google aja 😀

***

Selain kedua tempat wisata di atas, ada beberapa tempat wisata lainnya yang jaraknya tidak terlalu jauh. Misalkan Wisata Eling Bening dan Kampoeng Kopi Banaran.

Karena sekarang sudah ada jalur tol, cukup mudah dan memangkas jarak tempuh bagi yang berkunjung dari luar kota seperti saya dan rombongan.

By | 2020-02-07T14:17:20+00:00 February 8th, 2020|Categories: Jawa, Jawa Tengah, Traveling|Tags: , , |3 Comments

3 Comments

  1. Astriatrianjani June 22, 2020 at 17:17 - Reply

    Wah.. Keren semuanya mbk, mulai dari cimory , eco park yang wuah dan unik banget. Apalagi jembatan senggolnya. Kalau saya main kesana memory hape udah penuh kali sama foto selfi😂. Jadi pengen liburan, duh.. Covid kapan pamit sih.

    • uphiet June 23, 2020 at 19:01 - Reply

      Iyaaa, aku pun kangen liburan 🙁

Leave A Comment