Punya Waktu Sehari di Jogja? Coba ke sini deh…

/, Kuliner, Traveling, Yogyakarta/Punya Waktu Sehari di Jogja? Coba ke sini deh…

Punya Waktu Sehari di Jogja? Coba ke sini deh…

Jogja lagi….

Pernah bosen gak sih jalan-jalan ke Jogja? Saya kok enggak ya. Hehehe…

Yogyakarta punya banyak sekali obyek wisata yang gak habis-habis dieksplorasi, kemana lagi?

Minggu lalu, saya dan suami menghabiskan weekend di Jogja dan Semarang. Hanya satu hari yang bisa digunakan untuk berkeliling Jogja, karena keesokan harinya harus melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Kemana saja?

Sarapan di Malioboro

Malioboro di pagi hari dipenuhi oleh penjual makanan. Aneka menu masakan ditawarkan. Ada pecel, gudeg, sate ayam, atau aneka jajanan pasar. Sepanjang jalan Malioboro kita bebas pilih mau makan yang mana, asal sesuai selera dan isi kantong. Hehe…

Suami memutuskan sarapan lontong pecel, dan saya malah membeli cilok goreng alias jajanan anak SD. Sembari duduk di salah satu bangku yang banyak tersebar di sepanjang jalan, serta menikmati pemandangan aktivitas pagi di sepanjang jalan Malioboro.

Masangin di Alun-alun Kidul

Dari Malioboro ke Alun-alun Kidul (Alkid) cukup naik becak saja, menikmati kesibukan pagi di sekitar keraton Ngayogjakarta.

Berbeda dengan suasana Alkid di malam hari yang semarak dengan sepeda ontel warna-warni, suasana di pagi hari lebih sepi pengunjung, rata-rata adalah warga lokal yang sedang berolahraga pagi. Penjaja makanan juga tidak sebanyak malam hari. Aktivitas wisatawan biasanya adalah melakukan tradisi masangin.

Tradisi masangin adalah berjalan melintas di tengah-tengah pohon beringin kembar yang berada di tengah alun-alun dengan kondisi mata tertutup. Konon katanya yang berhasil lewat di tengah-tengah kedua pohon adalah orang yang hatinya bersih dan keinginannya akan terkabul.

Menarik sih…

Ada orang yang menawarkan jasanya dengan membawa penutup mata untuk kita mencoba tradisi masangin. Kalau tidak salah sekitar sepuluh atau lima belas ribu.

Tapi… karena semalam habis hujan deras, tercipta genangan di tanah di tengah kedua pohon beringin. Jadi saya memutuskan tidak mencoba tradisi masangin karena jalannya becek. Hehehe…

Penasaran dengan Plengkung Gading Nirbaya

Beberapa kali melewati pintu keluar alun-alun selatan Yogyakarta, saya selalu penasaran dengan gapura yang menjadi gerbang keluar masuk ke keraton itu. Apalagi kalau bawa kendaraan sendiri susah parkirnya karena memang dilarang parkir di sekitar area tersebut.

Setelah dari Alkid, mengikuti jalan ke arah selatan sepanjang 400meter, kita akan tiba di Plengkung Gading. Pagi kemarin cukup lengang. Memang, dibanding Tamansari, Plengkung Gading tidak terlalu jadi perhatian wisatawan.

Plengkung Gading bukan sekedar gapura biasa. Plengkung Gading atau bernama Plengkung Nirbaya dulu adalah gerbang masuk utama menuju Keraton Ngayogyakarta. Plengkung Nirbaya mempunyai makna bebas dari bahaya duniawi. Setiap sultan yang wafat akan keluar melalui tempat ini sebelum dimakamkan di Imogiri. Kebalikannya, selama hidupnya sultan tidak diperbolehkan untuk melintasi Plengkung Gading.

Ngemil Cantik di Lotus Mio Coffee & Gelato

Beranjak dari Plengkung Gading, dengan menggunakan taksi online kami menuju Jl. Tirtodipuran untuk membeli cokelat monggo favorit saya di Cokelat Monggo Official Store di daerah Tirtodipuran.

 

Setelah membeli beberapa cokelat untuk oleh-oleh, kami memutuskan menikmati hari yang beranjak siang dengan duduk dan mengobrol di kafe yang bergandengan langsung dengan Cokelat Monggo Official Store, Lotus Mio.

Obrolan kami kali ini ditemani oleh Strawberry Cheese Pie (24K), Klapertart Pie with a Scoop of Vanilla Ice Cream (22K), Hazelnut Latte (20K), dan Hot Chocolate Vanilla (24K). Yang kesemuanya enaaaak, kecuali Hot Chocolate Vanilla karena saya lupa pesan less sugar 🙂

Destinasi Instagrammable, HeHa Sky View

Berada di kawasan Gunung Kidul, sedikit di atas Bukit Bintang, wisata baru ini berdiri. HeHa Sky View sebenarnya adalah sebuah rumah makan. Nama HeHa diambil dari nama pemilik rumah makan, yaitu Herry Zudianto dan Handoyo Mawardi. Rumah makannya sendiri terdiri dari tiga lantai, yang sekarang menjadi semakin viral dengan ditambahkan spot-spot foto instagramable di berbagai tempat.

HeHa Sky View bukan lagi sekedar sebuah rumah makan. Tempat ini sekarang menjadi sebuah tempat wisata. Tidak harus makan di rumah makannya untuk bisa menikmati tempat ini. Cukup dengan membayar tiket masuk kita sudah bisa berkeliling dan berfoto-foto di tempat ini sesuka kita. Meskipun, ada beberapa spot foto yang diharuskan membayar biaya tambahan untuk berfoto.

Saya dan suami sempat mencicipi menu di restorannya. Caramel Banana Fritter (29K), Manual Brew Coffee (25K), dan orange juice (23K). Saya agak kecewa dengan makanan yang saya pesan, karena menurut saya Caramel Banana Fritter yang disajikan dibandrol terlalu mahal. Sebuah pisang goreng yang diiris menjadi 5-6 bagian dengan saos karamel yang hanya sedikit. Hampir 30 ribu untuk sebuah pisang goreng 🙁 Orange juice pesanan saya pula sepertinya lupa diberi gula, karena rasanya begitu masam. Semoga menu lainnya tidak seperti ini ya…

Makan Malam di Iga Bumbu Bali

Rumah makan di Jl. Umbul Permai, Sariharjo, Ngaglik Sleman ini adalah highlight perjalanan kami kali ini, lebih tepatnya versi suami. Hahaha….

Sengaja tidak makan banyak sedari pagi, supaya benar-benar lapar saat menyantap Iga Bakar nan sedap ini. Makan bersama teman kecil suami saya, bersama istrinya. Pesanan utama kami adalah Iga Bakar Bali. Suami pesan yang original, sedangkan saya pesan yang spesial size dengan ukuran yang lebih kecil.

Sebelum ke Jogja, suami sudah menunjukkan video youtube yang membahas tentang rumah makan ini. Pemiliknya yang ternyata juga seorang chef yang sudah berpengalaman, sehingga belum makan pun sugesti bahwa makanan ini enak sudah mempengaruhi saya. Hehehe…

Menikmati Malam di O KM

Musim penghujan tidak luput menghampiri kami saat liburan di Jogja. Malam kami di Jogja ditemani rintik hujan, tapi tidak menghalangi niat kami menikmati Malioboro dan O KM, lebih tepatnya tengah malam.

Mau menikmati 0 KM yang sepi pengunjung? Coba ke sini saat tengah malam dan sedang hujan. Saya mendapati 0 KM sepi, meskipun ada beberapa pengunjung yang nekat seperti kami berhujan-hujan ke sini demi konten foto. Hahaha…

Setelah puas berfoto-foto, sebelum balik ke hotel mampir angkringan dulu. Menyantap nasi kucing plus lauk tambahan, seperti mendoan, sate usus, dan sate telur puyuh.

***

Belum puas juga di Jogja? Kalau begitu sehari gak akan pernah cukup. Hahaha…

Kalau kalian ke Jogja suka pergi kemana aja?

By | 2020-01-29T07:37:43+00:00 February 1st, 2020|Categories: Jawa, Kuliner, Traveling, Yogyakarta|Tags: , , , , , |7 Comments

7 Comments

  1. […] Baca Selengkapnya […]

  2. Mila Journeys February 5, 2020 at 14:06 - Reply

    Terimakasih banyak infonya mba:) Jadi tertarik juga ke tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas. Semoga tahun ini bisa liburan ke sana.

    • uphiet February 6, 2020 at 12:36 - Reply

      semoga bisa liburan ke Jogja ya, mbak 🙂

  3. Reyne Raea February 6, 2020 at 10:21 - Reply

    Banyak juga ya tempat yang bisa dikunjungi.
    Kalau kami biasanya bingung gitu pas udah nyampe Jogja, apalagi kalau macet, makin deh bingungnya.
    Palingan ke alun-alun kidul terus ke Malioboro, terus ngemol hahaha

    • uphiet February 6, 2020 at 12:37 - Reply

      Hehehe, kemanapun tetap ngemol ya mbak 😀

  4. aqmarina October 3, 2020 at 11:14 - Reply

    Waaah aku setuju banget dengan rekomendasi tempat-tempat di jogjanya, terutama Alun-Alun Jogja.
    Ngga berasa ke Jogja kalau belum mampir ke Alun-alun trus nyobaiå jalan ngelewatin tengan-tengah pohon beringin ikonik di Jogja itu..
    ugh jadi kanten jogjaaaa~~

Leave A Comment