[SUNDAY READING] The Architecture of Love – Ika Natassa

/, Buku, Fiksi, Review Buku/[SUNDAY READING] The Architecture of Love – Ika Natassa

[SUNDAY READING] The Architecture of Love – Ika Natassa

Judul: The Architecture of Love
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-03-2926-0
Cetakan ketiga, Juni 2016
Goodreads Rating: 3.91/5.00

BLURB

“People say that Paris is the city of love, but for Raia, New York deserves the title more. It’s impossible not to fall in love with the city like it’s almost impossible not to fall in love in the city.”

New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron’s You’ve Got Mail hingga Martin Scorsese’s Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting  namun tampil sebagai “karakter” yang menghidupkan cerita.

Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.

Raia menjadikan setiap sudut New York “kantor”-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.

Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara yang berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tidak pernah dia duga.

CHARACTER

They’re practically strangers. But we are all strangers to one another until we find something that connects us, right?

Raia Risjad adalah seorang penulis sukses yang sedang mengalami Writer’s Block akibat kehilangan muse, yaitu suami yang lebih memilih meninggalkannya. Melarikan diri ke New York demi menyembuhkan patah hatinya dan kembali mendapatkan inspirasi untuk menulis.

River Yusuf adalah seorang arsitek yang juga melarikan diri ke New York untuk menyembuhkan kesedihannya setelah istrinya meninggal karena kecelakaan. A hot one and mysterious…

COVER STORY

Berjudul The  Architecture of Love, sampul novel ini mendefinisikan kata arsitektur dengan sketsa landmark khas New York seperti Empire State Building dan Brooklyn Bridge. Menggambarkan bagaimana kisah Raia dan River bergulir di kota New York yang penuh harapan.

REVIEW

Because you’re as lost as I am, Raia. And in a city this big, it hurt less when you’re not lost alone.

Mengalami writer’s block memang sangat menjengkelkan bagi seorang penulis, tidak terkecuali Raia. Sudah berbulan-bulan dihabiskannya waktu berkeliling New York untuk mencari inspirasi menulis, tapi tidak kunjung satu kalimat pun muncul dalam benak Raia. Sampai suatu hari Raia bertemu River di sebuah pesta malam pergantian tahun. Kemudian keesokan harinya bertemu lagi di Central Park. Sejak pertemuan Raia dan River di hari itu, hari-hari berikutnya kemudian menjadi rutinitas bagi mereka berdua untuk menjelajahi kota New York dengan versi mereka. River yang menggambar sketsa landmark kota New York dan Raia yang mencari ide menulis. Meskipun menghabiskan waktu berdua, Raia dan River sangat jarang mengobrol tentang diri mereka masing-masing. Kebiasaan yang lama-lama menjadi terbiasa, Raia yang terbiasa dengan keberadaan River, begitu pun River yang terbiasa dengan kehadiran Raia. Sampai peristiwa di Montauk mengubah arti hubungan Raia dan River.

Raia dengan kehidupan pernikahannya yang berujung perceraian membuatnya berhati-hati dalam memulai hubungan baru. Begitu pun River yang masih merasa mencintai mendiang istrinya, dihantui rasa bersalah apabila memberi Raia harapan yang tidak sesuai kenyataan. Hubungan mereka yang gantung berkepanjangan sampai akhirnya River kembali pulang ke Jakarta. Menjauh dari Raia dan tanpa komunikasi, ternyata membuat River semakin menyadari arti Raia dalam hidupnya. Tapi tidak mudah untuk meyakinkan Raia tentu saja.

Dalam kategori novel favorit karya Ika Natassa, The Architecture of Love menjadi favorit saya bersama Critical Eleven. Karakter Raia cenderung kalem dibanding karakter heroine di novel Ika Natassa yang lain. Sedangkan karakter hero digambarkan tetap sebagai sosok yang ganteng, hot, tapi versi novel ini digambarkan lebih mature dan misterius dalam sosok River. Lagi-lagi menggambarkan karakter yang melekat pada diri penulis, Raia diceritakan adalah seorang penulis yang sukses, berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang menggambarkan sosok banker (yang juga profesi yang pernah dijalani Ika Natassa), perubahan background karakter ini sekaligus melepas kehidupan-kehidupan glamor yang sering disematkan penulis pada karakter yang dibangun. Meskipun masih menyisakan sedikit penyebutan merk tapi tidak terlalu berlebihan.

Cerita jalan-jalan River dan Raia berkeliling kota New York membuat kita seakan menonton film romantic comedy khas kota New York, dengan bangunan-bangunan seperti Empire State Building, Central Park, Flatiron Building, etc. Lumayan kan menemani kita virtual tour di New York. Hehehe….

Kisah tentang dua karakter utama yang terjebak di masa lalu dan membutuhkan waktu untuk move on membuat geregetan karena kedua karakter ini (penulis itu sendiri) mengulur-ngulur waktu sampai tiba di saat yang tepat 😀

Some things in life are not meant to be measured, but just to experienced it, right?

***

Mau novel gratisnya? Masih dalam kondisi layak baca meskipun bekas 🙂 Bisa langsung komen di IG saya di postingan buku ini ya. Komen “MAU” di @uphietkamilah

Nah kalo kamu mau beli sendiri via online coba klik di sini

By | 2020-10-01T08:29:10+00:00 September 13th, 2020|Categories: #SundayReadingWithUphiet, Buku, Fiksi, Review Buku|Tags: , |2 Comments

2 Comments

  1. […] Baca Selengkapnya […]

  2. Ichaa September 18, 2020 at 11:47 - Reply

    Dah lama enggak baca novel! Makasih rekomendasinya kak! Mau baca ah

Leave A Comment