Wisata Baru!! Ngopi Bareng @ Pintu Langit Prigen, Pasuruan

/, Traveling/Wisata Baru!! Ngopi Bareng @ Pintu Langit Prigen, Pasuruan

Wisata Baru!! Ngopi Bareng @ Pintu Langit Prigen, Pasuruan

Sejak mulai diperkenalkan pertengahan bulan Juni lalu, wisata ini sedang happening banget di Pasuruan. Orang-orang mulai berbondong-bondong untuk datang melihat sendiri tempat wisata ini, seperti halnya saya. Hehehe…

Bermodalkan google map, cukup mengetikkan kata kunci “Pintu Langit Prigen” dijamin tidak akan tersesat dan sampai tujuan dengan selamat.

Sabtu kemarin, setelah memburu wisata kuliner kupang lontong favorit saya, yang ulasannya bisa dibaca di sini, menunaikan sholat duhur di Masjid Cheng Ho Pandaan, berangkatlah kami ke Ngopi Bareng @ Pintu Langit Prigen. Jalur terdekat seharusnya bisa lewat jalan besar sebelum Taman Dayu, tapi saya memilih melewati kawasan wisata Tretes, biar terasa jalan-jalannya. Hehehe…

Menempuh waktu 20 menit dengan jarak 10 km, kami melewati kawasan wisata Tretes dengan deretan warung penjual jagung bakar dan sate kelinci di depan area Hotel Surya, terus melaju melewati jalan yang naik turun dan berkelok-kelok. Tidak jauh berbeda dengan jalanan menuju Trawas, sesekali kita akan menikmati pemandangan kota yang jauh di bawah sana.

Memasuki tempat wisata Ngopi Bareng @ Pintu Langit, kita akan disambut sebuah bianglala besar yang dipasang di halaman depan pintu masuk wisata. Dan…jangan terkejut kalau tempat ini ternyata masih dalam tahap pembangunan. Katanya akhir tahun ini ditargetkan selesai dan siap jadi tempat wisata halal pertama di Kabupaten Pasuruan.

Karena berada di dataran tinggi yaitu di antara Gunung Arjuno, Welirang, dan Penanggungan, jangan lupa siapkan jaket. Dingin banget!

Meskipun belum resmi dibuka sebagai tempat wisata, bukan berarti kita tidak bisa menikmati apa-apa di sini. Beberapa acara pernah diselenggarakan di tempat wisata yang digagas oleh mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), seperti halal bihalal bareng Noe Letto dan salawatan bareng Habib Syech. Memang di dekat kafe yang berkonsep terbuka, tersedia juga panggung terbuka menghadap kafe dan undak-undakan yang digunakan sebagai tempat duduk penonton.

Selain kafe dan bianglala, ada wahana becak terbang dan outbond yang sudah bisa dinikmati. Begitu juga dengan taman rumput dengan background kolam air mancur buatan. Nantinya akan ada penginapan, masjid, waterboom, camping ground, dan lainnya. Akan ada juga kebun hidroponik sebagai konsep wisata edukasi di dalamnya. Kalaupun mau berburu tempat foto yang instagramable, ada sebuah background foto yang berbentuk pintu dengan pemandangan kota di bawahnya. Saya tidak sempat ke sana karena kelupaan ada spot foto tersebut. Hehehe…

Yang lebih unik lagi, ada sebuah kawasan makam yang nantinya akan menjadi bagian dari tempat wisata ini. Kawasan makam ini berplang nama “Makam Pahlawan Keluarga” yang merupakan makam dari keluarga warga di sekitar area. Makam ini dirawat dan dipercantik sehingga bisa menjadi bagian dari tempat wisata tanpa memberikan kesan angker.

Karena berkonsep wisata halal, tentu saja ada aturan-aturan tertentu yang harus memenuhi standar halal tersebut. Misalnya bahan baku, proses, dan produk yang dijual dijamin halal. Untuk menginap di penginapannya harus menunjukkan surat nikah (bagi pasangan).

Adanya wisata halal di kawasan Tretes diharapkan mampu menggeser stigma negatif kawasan ini di masa lampau, sehingga menjadi layak kunjung untuk wisata bagi keluarga dan anak-anak.

Siap-siap ngopi bareng di akhir tahun di Ngopi Bareng @ Pintu Langit ya… 🙂

 

Have a good journey!

 

@uphiet_kamilah

By | 2019-07-04T00:21:18+00:00 July 6th, 2019|Categories: Jawa Timur, Traveling|Tags: , , |13 Comments

13 Comments

  1. Falkhi July 6, 2019 at 2:03 pm - Reply

    Nice info, bisa buat rujukan berlibur ke sana. Semoga akhir tahun sudah bisa selesai pembangunannya. Aamiin.

    • uphiet July 8, 2019 at 12:22 am - Reply

      iyaa, semoga segera jadi 🙂

  2. Reyne Raea July 6, 2019 at 5:06 pm - Reply

    huhuhuhu, jiwa butuh liburan saya meledak-ledak lihat ini.
    Kapaaaannn bisa ke sini ya.

    Kangen bersantai di udara dingin, males juga ke Batu, macetnya bikin bad mood banget, habis di jalan deh waktu.

    Kayaknya ini bakal jadi wishlist next destination *halah

    • uphiet July 8, 2019 at 12:22 am - Reply

      Iyaaa, belum sampai Batu sudah capek duluan. Mending ke Prigen atau Trawas

  3. Andrie Kristianto July 11, 2019 at 12:53 am - Reply

    Wahhh sepertinya komediputarnya permanent itu yaa, jadi gak dilepas pindah pasang kek di pasar malem ;D,

    • uphiet July 13, 2019 at 8:33 am - Reply

      Hahaha, karena memang bukan pasar malam ya 😀

  4. CREAMENO July 13, 2019 at 1:30 pm - Reply

    Senang ya kalau ada tempat pariwisata baru yang dibangun, bisa menumbuhkan ekonomi juga 😀 jadi penasaran mau lihat bagaimana kalau sudah open semua nanti~

  5. Farida Pane July 26, 2019 at 2:07 am - Reply

    keren juga ya, tempatnya. seru nih buat ngopi di sini

  6. Bang Day August 2, 2019 at 7:58 am - Reply

    Emg stigma negatifnya karna apa mba ?

    • uphiet August 5, 2019 at 1:49 am - Reply

      dulu tempat ini terkenal sebagai area lokalisasi 🙁

  7. Ajeng Veran August 5, 2019 at 5:24 pm - Reply

    Sekarang yang halal-halal jadi ajang branding ya Mbak. Hehehe… Semoga betulan bisa mengubah stigma negatif soal Tretes. Sepertinya akan ramai nih nanti. Mau mampir ke sini ah kalau saya ke pasuruan.

    • uphiet August 6, 2019 at 2:14 am - Reply

      Gpp sih mbak jadi ajang branding asal yang positif ya 🙂

Leave A Comment