Bajak Laut Popcorn

Judul: Bajak Laut Popcorn
Penulis: Alexander McCall Smith
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Buah Hati
Tebal: 144 halaman
Cetakan I, April 2010
Goodreads Rating: 3.78/.00
Di sebuah tempat tidak terlalu jauh dari Jamaika, terdapat titik-titik empat pulau kecil yang disebut Kepulauan Popcorn. Awal mula penghuni kepulauan Popcorn adalah para pelaut yang sudah lelah berlayar dan menginginkan tempat tinggal tetap untuk membina keluarga. Generasi demi generasi lahir kemudian. Penghasilan utama penduduk Kepulauan Popcorn tidak lain dan tidak bukan adalah bertani popcorn atau berondong jagung. 
Di salah satu Kepulauan Popcorn, tepatnya di Pulau Besar, tinggallah Lucy bersama adiknya, Sam dan kedua orang tuanya. Lucy juga memiliki seorang sahabat bernama Hermione yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya di salah satu perkebunan popcorn.
Saat musim panen tiba, Lucy dan teman-temannya akan berlibur sekolah dan ikut serta dalam panen besar. Secara rutin Kapten Foster akan datang bersama kapalnya untuk mengangkut hasil panen untuk diperdagangkan. Biasanya Kapten Foster akan datang lagi untuk mengangkut hasil panen kedua.
Hari itu Kapten Foster dan kapalnya kembali lebih cepat dari perkiraan. Ada yang aneh, ada sesuatu yang telah menimpa Kapten Foster, sesuatu yang terasa buruk. Kapal Kapten Foster dirampok bajak laut, seluruh popcorn yang diangkut lenyap diambil mereka.

Bahkan sebuah rencana buruk akan tetap lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali.

Sudah diputuskan, Lucy, Hermione, dan Sam akan ikut bersama Kapten Foster dan anjingnya, Biscuit, dalam pelayaran berikutnya. Tugas mereka adalah mengawasi keberadaan kapal lain sementara Kapten Foster beristirahat. Seperti kemungkinan terburuk yang sudah terbayangkan, kapal bajak laut itu muncul lagi!
Seorang kapten kapal, dengan anjing kecil, dan tiga orang anak kecil bukanlah halangan yang menakutkan bagi sekumpulan bajak laut yang jahat. Setelah memindahkan semua hasil panen ke kapal mereka, para bajak laut menemukan ketiga bocah tersebut sedang bersembunyi di balik tumpukan karung-karung usang. Malang nasib mereka, ketiganya ikut berpindah kapal sementara sang kapten kembali diikat dengan tali dan ditinggal sendirian di atas kapalnya.
Lucy dan Hermione diperintahkan membantu di dapur, sementara Sam dipaksa menaiki tiang-tiang kapal untuk mengikat tali-tali. Tapi mereka tidak menyerah begitu saja, sepanjang dalam penawanan ketiganya selalu memikirkan cara terbaik untuk melepaskan diri dari para bajak laut itu.

Kalau kamu ingin mengalahkan kehebatan orang lain, apa yang akan kamu lakukan? Kamu harus mencari kelemahan-kelemahan mereka.

Memanfaatkan sifat para bajak laut yang serakah dan pemalas, ketiga bocah itu mulai merencanakan sebuah usaha penyelamatan diri. Mereka menawari para bajak laut hidangan makan siang popcorn yang dimasak oleh penduduk asli Kepulauan Popcorn. Alih-alih memasak secukupnya, ketiga bocah menyiapkan bak mandi penuh dengan popcorn untuk dimasak. Banjir popcorn pun terjadi di dapur, sementara ketiga bocah tersebut berusaha mengambil alih kendali kapal.
***

Novel anak-anak lagi 😀
Kali ini novel anak-anak banget, terlihat dari ukuran hurufnya yang besar-besar. Hehehe…
Kisahnya tidak terlalu membutuhkan imajinasi yang bertele-tele, lebih menonjolkan pada pesan moral yang ingin disampaikan penulis pada anak-anak. Tidak ada kekerasan yang ditampilkan, bahkan hukuman yang diberikan kepada para bajak laut yang tertangkap pun tergolong hukuman “baik”.
Karena ukurannya yang tipis, novel ini bisa dibaca dalam waktu singkat. Bahasanya juga ringan, karena memang sasaran pembacanya adalah anak-anak. Serta ilustrasi yang digambarkan membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca anak-anak. Belum lagi sampul buku berwarna mencolok dan gambar yang menarik.
Happy Reading! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *