Utukki: Sayap Para Dewa

Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

I am one wing and you are equally the other

***

Novel ini berisi perpaduan kisah cinta di tahun 5000 Sebelum Masehi dan tahun 2000 sesudah Masehi. Tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan, yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun. Bagaimana mungkin itu terjadi? Clara Ng membuktikan kalau itu mungkin 🙂

Di tahun 5000 SM, dikisahkan monster Utukki ke delapan bernama Nannia yang terlahir dari pasangan Dewa Anu (Dewa Langit) dan Dewi Antu (Dewi Bumi), jatuh cinta kepada Enka, seorang manusia. Di tempat lain, Dewi Ishtar yang merupakan Dewi Cinta dan Perang juga memiliki perasaan yang sama pada Enka.

Cerita berlanjut 7000 tahun kemudian. Dari cerita yang bersetting Mesopotamia, berlanjut di Jakarta. Saat itu bertemulah Thomas dan Celia, wujud lain dari Nannia dan Enka. Pada masa ini, Dewi Ishtar yang telah tertidur selama 7000 tahun bangun untuk merusak hubungan Thomas dan Celia. Berbagai cara dilakukan agar Enka yang bereinkarnasi menjadi Celia bisa menjadi milik Dewi Ishtar.

Novel ini beralur maju mundur dan terpisah-pisah, sehingga pembaca dibuat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya ketika Dewi Ishtar yang mencintai Celia. Penulis membiarkan pembaca mengira kalau Dewi Ishtar adalah lesbian 😀
Dan masih ada beberapa hal lagi yang tak disangka-sangka.

Utukki adalah bacaan ringan yang…(let me think!) berkhayal tentang Dewa-Dewi Mesopotamia…berpadu dengan masa kini…Yaaa, novel khas penulis yang lumayan kompleks.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melahap novel ini. Antara ingin atau tidak meneruskannya.
Bagi saya imajinasi penulis akan cerita Utukki sangat menarik, meskipun entah kenapa terasa berat. Menjelang akhir saya mulai bosan dengan kisah cinta Thomas dan Celia yang tidak henti-hentinya diuji. Begitu juga dengan ending ceritanya yang kurang greget.

Tapi bukan berarti novel ini sama sekali tidak menarik.
Sebagai novel lokal alias dalam negeri, Utukki unggul konsep cerita. Saya menyukai kisah mitologi yang diceritakan penulis secara ringan. Saya mengagumi kejutan-kejutan yang disiapkan penulis dalam novel ini.

Membaca novel ini seperti bermain puzzle. Kita diberikan sepotong demi sepotong cerita yang berserakan yang kemudian menjadi cerita yang seutuhnya. Seru. Menarik. Penasaran. Akan tetapi, gambaran seutuhnya yang muncul tak sesuai harapan.

***

Dunia masa lalu tidak akan berubah tapi kau dapat berubah di masa depan

6 thoughts on “Utukki: Sayap Para Dewa

  1. huwaaa…. uphiet baca cinta2an?? gak biasanya,wkwkwkwkwk

    uphiet penggemarnya clara ng nih spertinyee

    btw, suwun referensinya phiet, ntar kalau aku udh ga puasa beli buku tak beli 😀

    ayoo terangi dunia dg membaca!!!

    smngt!!!

    **

    yg dilakukan Jueng Miyo: "baca buku apa saja, di mana saja, siapapun pngarangnya, & brapapun hrganya" (sing terakhir rada maksa) wkwkwkwkwk, smoga yg kubaca bermanfaat bwt mnambah wawasanku

    aminnnn

    😀

  2. Yup, bisa dibilang penggemar gaya tulisannya Clara Ng :p
    Tapi cinta2annya beda, jeng!! Aku tetep gak suka novel romantis..mendayu-dayu *apa yaaa*

  3. novel yang sangat-sangat romantis.
    dengan sedikit sentuhan kocak, buku ini berhasil menghidupkan imaginasi melalui kata-katanya..
    love this book a lot. thank clara. you make me proud of Indonesian books.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *