Live on Board (LOB) 2 Hari 1 Malam di Taman Nasional Komodo – Hari Kedua

Trekking di Pulau Padar

Selepas subuh nahkoda perahu motor Sayang Katanya yang kami tumpangi, sudah menyalakan motor perahunya dan siap melaju ke Pulau Padar. Waktu tempuh sekitar 3-4 jam perjalanan. Kami memanfaatkan waktu selama perjalanan untuk mandi, sarapan roti, dan bersiap-siap. Sisanya kembali duduk-duduk santai sembari membaca buku dan menikmati angin laut.

Karena hari kedua jatuh pada hari Jumat, dimana rata-rata open trip dimulai di hari ini, kami mulai merasakan suasana tempat wisata. Hehehe…

Ada beberapa kapal telah berlabuh di dekat Pulau Padar. Tidak banyak, hanya 2-3 kapal. Suasana tempat wisata pun jadi terasa 🙂

Setelah membayar tiket kami memulai trekking menuju puncak Pulau Padar. Tak lupa kami masing-masing mengantongi air minum karena tidak ada warung di atas 🙂

Jalur trekking pulau Padar sudah sangat bagus, sudah dibuatkan anak tangga dari beton sehingga tidak khawatir tergelincir. Beruntung kami cukup pagi untuk memulai trekking karena kalau siang gak tau deh panasnya gimana. Ada beberapa titik pemberhentian untuk beristirahat dan juga menikmati pemandangan sekitar. Masya Allah gak henti-hentinya bersyukur.

Karena masih musim kemarau dan tidak ada tempat berteduh, panasnya matahari memang lumayan menguras tenaga. Kami yang bukan anak gunung dan gampang banget ngos-ngosan disuruh trekking begini. Hahaha… sepertinya memang faktor U. Kami tidak sampai di puncak karena anak tangga yang menuju puncak lebih terjal dibanding sebelumnya. Target kami hanya sampai tiga cekungan pantai yang terkenal itu bisa kelihatan. Alhamdulillah meskipun dengan beberapa kali berhenti sampai juga di spot yang kami inginkan.

Pemandangan yang biasanya cuma kami lihat di media sosial maupun tivi akhirnya terhampar di depan mata. Sebelum diabadikan dalam gambar, diabadikan dulu oleh lensa mata dan direkam dalam ingatan. Karena saya meyakini kalau secanggih apapun kamera buatan manusia tidak akan bisa menangkap momen seindah apa yang ditangkap oleh lensa mata kita. Jadi jangan cuma sibuk foto-foto ya, nikmati juga momen dan pemandangannya 🙂

Berenang di Pantai Pink, Pulau Padar

Setelah berlelah-lelah trekking, kami melanjutkan perjalanan ke spot berikutnya yaitu Pantai Pink. Ada beberapa pantai pink di TN Komodo. Sebelum menuju pantai pink yang ditentukan oleh guide kami sempat melewati 2 pantai pink lainnya, salah satunya yang terlihat dari atas Pulau Padar tadi. Pantai pink yang kedua cukup banyak pengunjung. Kami menuju pantai pink yang ketiga yang lumayan sepi. Hanya ada 1 speedboat dari travel yang sama sedang berlabuh di dekat pantai. Pantai pink lainnya terdapat di Pulau Komodo.

Pantai pink dari kejauhan memang terlihat pink, tapi kalau didekati warnanya lebih pudar. Pasirnya akan terlihat lebih pink ketika terkena air laut. Kalau didekati pasirnya akan terlihat bercak-bercak merah yang berasal dari serpihan koral. Bukan hanya warna pasir pantainya yang membuat saya berdecak kagum, tapi kombinasi warna pantai dan lautnya yang memiliki gradasi warna biru muda ke biru gelap. Indahnya luar biasa. Pantai ini menjadi pantai terindah yang pernah saya datangi.

Setelah wisatawan yang menggunakan speedboat sudah pergi, pantai ini jadi milik kami sendiri untuk beberapa saat. Sembari menunggu suami berenang saya malah sibuk memperhatikan pasir pantai. Hahaha… Maklumi saja di Jawa gak ada pantai seperti ini 😀

Bermain dengan ikan di Pulau Kanawa

Dari pantai pink kami menuju Manta Point yang berada di dekat pulau Komodo. Karena arusnya yang lumayan kencang kami batal snorkeling di area ini. Kami memutuskan berburu keberadaan ikan pari manta dari atas kapal. Tidak berapa lama kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir, Pulau Kanawa.

Perjalanan cukup memakan waktu, sekitar 3-4 jam. Kami sempat tidur siang di atas dek karena angin lautnya memang mengundang kami untuk memejamkan mata. Hehehe…

Mendekati pulau Kanawa, angin berhembus cukup kencang. Kami kesulitan turun dari dek atas saking kencangnya angin, kalau sampai jatuh lumayan bisa nyemplung ke laut 😀 Saya malah batal menuruni dek karena tiba-tiba melihat pelangi di atas pulau Kanawa, ternyata di pulau Kanawa sempat gerimis ketika kami tiba di sana.

Lagi-lagi kami berpapasan dengan sekelompok wisatawan yang menggunakan speedboat tadi. Ketika kami tiba, mereka sudah selesai snorkeling. Saya curang gak mau basah-basahan. Hehehe… alhasil suami berenang dan snorkeling bersama kru kapal, sedangkan saya berbagi makanan dengan segerombolan ikan yang sangat banyak di dekat dek.

Hari semakin sore dan kami tiba pada sebuah kenyataan bahwa liburan telah usai. Hehehe…

***

Sesampai di dermaga Kampung Ujung, suasana sedikit lengang karena kapal-kapal yang parkir telah banyak berkurang karena sebagian besar tengah berlayar di TN Komodo. Bagi orang lain liburan baru dimulai (karena open trip rata-rata dimulai di hari Jumat), sedangkan kami telah mengakhiri liburan di TN Komodo.

I wish to comeback someday, tapi pliss jangan seperti di berita-berita mau didirikan ini itu di pulau-pulau indah itu. Mereka sudah indah seperti itu adanya 🙁

Have a good journey,

3 thoughts on “Live on Board (LOB) 2 Hari 1 Malam di Taman Nasional Komodo – Hari Kedua

  1. Wah mbak Uphiet aku jadi makin kebelet untuk berpetualang kusana..
    Harusnya diawal bulan kemerin aku berencana untuk pergi ke sana dan living on board. Serius, baca ceritanya aku makin pengen mbak haha

    Ngersain utara yang sepoi-sepoi emang jadi buat ngantuk ya mbak apalagi digoyang-goyang ombak kecil.. duh aku udah bisa ngebayangiiin 😍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *