Mudik 2021, Pulang Pergi bersama Kapal DLN Oasis

Akhirnya mudik….

Setelah setahun yang lalu, sempat mampir semalam di rumah mertua (sehabis perjalanan darat dari Labuan Bajo), akhirnya kami pulang. Pandemi ini memang bikin pusing, banyak pembatasan-pembatasan yang membuat kita jadi berpikir dua tiga kali untuk bepergian. Apalagi, bagi ASN macam saya yang tidak diijinkan cuti di pekan yang memiliki tanggal merah. Semakin pusing kan karena kurang liburan πŸ˜›

Mudik kali ini masih setia dengan transportasi laut. Kalau dulu pas balik dari Lombok ke Jawa kami memakai jasa KMP Legundi (sudah pindah trayek Merak-Bakauheni) yang berangkat di siang hari, kali ini kami menggunakan KMP DLN Oasis dengan rute Jawa-Lombok yang berangkat di malam hari. Cusss, berangkat!!

KMP DLN Oasis lebih besar dibanding KMP Legundi, meskipun secara fasilitas lebih modern KMP Legundi tapi jauh lebih baik dibanding KMP Swarna Bahtera yang kami pakai ke Labuan Bajo. Hehehe…

Perjalanan memakan waktu sekitar 20 jam, ditambah waktu nunggu bongkar muatnya pas 24 jam alias seharian. Karena penumpang yang membawa sepeda motor masuk kapalnya harus paling awal, menempati posisi di dek 2 dan keluar kapalnya lumayan terakhir karena harus nunggu semua kendaraan besar di dek 1 sudah keluar kapal, baru dek 2 dibuka dan diperbolehkan keluar. Bisa 1-2 jam duduk bengong memperhatikan aktivitas di pelabuhan dari atas kapal.

Kapal DLN Oasis memiliki 5 ruangan yang bisa digunakan untuk istirahat penumpang. Dua ruangan di dek 2 yaitu ruangan untuk sopir kendaraan besar dan ruangan VIP. Sedangkan penumpang reguler bisa menempati 3 ruangan lainnya yang berada di dek 3. Satu ruangan berupa jajaran tempat tidur bertingkat (alas tidurnya keras), satu ruangan berupa jajaran tempat tidur satu tingkat (alasnya lebih empuk), dan satu ruangan berupa kursi penumpang.

Serunya berburu tempat ini, siapa cepat dia dapat. Jadi penumpang tanpa kendaraan dan yang berkendara sepeda motor lebih diuntungkan karena masuk kapal lebih dulu. Sewaktu berangkat, kami menempati tempat tidur bersusun karena terlihat lebih privasi dan tertutup jadi gerak saat tidur lebih leluasa. Tapi nyatanya, saya sama sekali tidak bisa tidur saking kerasnya alas tempat tidur. Hehehe… Akhirnya saat pulang, kami menempati tempat tidur satu tingkat, meskipun lebih terbuka tapi lebih nyaman tidurnya. Toh ternyata gak ada yang memperhatikan juga karena semua sibuk sendiri, saya aja yang kepedean πŸ˜€

Aktivitas favorit saya di atas kapal adalah nongkrong di dek 4, posisi teratas di kapal. Di dek 4 terdapat kantin, musholla, kamar kru kapal, dan arena bermain. Duduk di area kantin memandang lautan dan menikmati hembusan angin laut dan pemandangan pulau-pulau yang dilewati kapal. Kadang juga tiduran, karena gak betah di ruang tertutup sementara ombak mengalun pelan. Apalagi kalau sedang melintasi selat Lombok yang terkenal dengan ombak besarnya, saya lebih nyaman di tempat terbuka seperti di area kantin.

Kalau aktivitas paling favorit tentu saja berburuΒ sunsetΒ danΒ sunrise. Tinggal duduk lesehan di anjungan atau buritan kapal, tergantung posisi matahari. Gak ada bosan-bosannya menatap takjub ciptaan Allah yang satu ini. Dengan suasana yang sunyi, ditemani deburan ombak dan hembusan angin, momen ini tak pernah kami lewati. Yang paling menantang memang saat menyaksikan matahari terbit, karena angin selepas subuh itu dingin dan kencang. Tapi semua itu gak ada apa-apanya ketika matahari perlahan muncul dengan cantiknya.

Have a good journey,

 

4 thoughts on “Mudik 2021, Pulang Pergi bersama Kapal DLN Oasis

  1. Wah, keren Kak! Kakak kayaknya udah biasa pulang-pergi naik kapal laut ya.. Pemandangan sunset/sunrise-nya indah. Emang bener nih semenjak pandemi, jadi lebih ribet dan batasin banyak kegiatan. Saya juga belum mudik lagi rumah orang tua di Sumatra.. Jadi penasaran pengen nyobain naik kapal laut πŸ˜€

  2. Pengalamannya asik banget mba. Dan aku jadi kepengin naik kapal laut 😁. Kdg kepikiran pengen mudik ke Medan naik kapal. Tapi suami masih nolak 🀣.

    Naah bisa ngeliat sunrise dan sunset dengan leluasa, itu juga yg aku suka. Itu matahari seakan muncul dan tenggelam ke air , pasti magis banget saat melihat β€οΈπŸ‘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *